Waspada pasang air laut tanggal 26 Januari



JAKARTA. Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengingatkan adanya potensi pasang air laut yang harus diwaspadai di daerah rawan banjir, khususnya di Pluit dan pesisir Jakarta lainnya.

"Waduk Pluit menerima aliran dari Kali Cideng dan beberapa sungai yang banjir. Panel dua pompa banjir berkapasitas 35 meter kubik per detik dan 4 meter kubik per detik di Waduk Pluit terendam banjir dan tidak beroperasi. Akhirnya banjir meluas karena pasokan debit ke Waduk Pluit terus terjadi, sementara itu pembuangan air tidak berjalan. Kondisi makin parah ditambah dengan pasang laut makin bertambah," kata Sutopo, Minggu (20/1/2013).

Pasang laut tertinggi pada Sabtu (19/1/2013) terjadi pada pukul 07.35, yaitu 0,87 meter. Pada Minggu (20/1/2012) pasang tertinggi terjadi pukul 07.51, yaitu 0,91 meter. Pasang air laut pada Senin (21/1/2013) pukul 08.10 diprediksi setinggi 0,94 meter.


Bahkan pada Kamis (24/1/2013) hingga Sabtu (26/1/2013) pasang tertinggi diprediksi mencapai 1 meter antara pukul 09.09-09.46. "Tentu ini berpotensi terjadi rob air laut karena air dari daratan tidak bisa mengalir ke laut. Pasang laut juga diperkirakan memasuki daratan. BNPB meminta masyarakat terus waspada," kata Sutopo. (Iwan Santosa/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri