KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang memicu banyak perusahaan menahan belanja teknologi, ancaman siber justru terus meningkat. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan keamanan siber, seiring kebutuhan perlindungan digital yang semakin mendesak. PT Itsec Asia Tbk (CYBR) menilai, tren tersebut memperkuat relevansi industri keamanan siber dalam jangka panjang. Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sepanjang Januari-November 2025 tercatat lebih dari 5,16 miliar anomali trafik di Indonesia. Sektor keuangan, energi, telekomunikasi, dan pemerintahan menjadi target utama serangan. Menurut tim Threat Intelligence Itsec Asia, ancaman yang berkembang pesat saat ini berasal dari stealer malware yang mampu mencuri kata sandi, kredensial cloud, hingga akses ke aplikasi bisnis. Data BSSN juga menunjukkan 93,78% anomali trafik nasional pada 2025 berkaitan dengan malware.
Waspada, Saat Belanja Teknologi Tertahan, Ancaman Siber Justru Meningkat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang memicu banyak perusahaan menahan belanja teknologi, ancaman siber justru terus meningkat. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan keamanan siber, seiring kebutuhan perlindungan digital yang semakin mendesak. PT Itsec Asia Tbk (CYBR) menilai, tren tersebut memperkuat relevansi industri keamanan siber dalam jangka panjang. Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sepanjang Januari-November 2025 tercatat lebih dari 5,16 miliar anomali trafik di Indonesia. Sektor keuangan, energi, telekomunikasi, dan pemerintahan menjadi target utama serangan. Menurut tim Threat Intelligence Itsec Asia, ancaman yang berkembang pesat saat ini berasal dari stealer malware yang mampu mencuri kata sandi, kredensial cloud, hingga akses ke aplikasi bisnis. Data BSSN juga menunjukkan 93,78% anomali trafik nasional pada 2025 berkaitan dengan malware.