Waspadai gejolak rupiah menjelang pemilihan presiden AS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah berhasil menguat dalam sepekan terakhir, berkat waktu perdagangan yang singkat di Tanah Air. Pasar keuangan aktif dalam dua hari dan sisanya merupakan libur cuti bersama nasional. 

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Selasa (27/10), kurs rupiah menguat 0,17% ke level Rp 14.625 per dolar Amerika Serikat AS dan menguat 0,24% dari level Rp 14.660 per dolar AS pada Jumat (23/10). Sedangkan kurs referensi Bank Indonesia (Jisdor) menguat 0,04% ke level Rp 14.690 per dolar AS dalam sehari dan menguat 0,32% dalam dua hari terakhir hingga Selasa (27/10). 

Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf mengungkapkan, sentimen eksternal telah menguasai pergerakan rupiah sepekan ini. Sedangkan sentimen domestik belum ada katalis. 


Baca Juga: Sentimen pilpres AS pacu penguatan rupiah terhadap dolar AS dalam sepekan

"Karena perdagangan hanya dua hari, sentimen yang membuat rupiah menguat masih terkait harapan stimulus AS," kata Alwi kepada Kontan.co.id, Jumat (30/10).

Alwi menilai pergerakan rupiah pekan ini belum mencerminkan kondisi pasar. Ketidakpastian politik mendekati pemilihan presiden AS masih tinggi. Paket stimulus pun diperkirakan tidak akan meluncur sebelum pemilu yang hanya empat hari lagi. "Ditambah lagi, lonjakan kasus Covid-19 di AS dan Eropa belum diakumulasi ke dalam pergerakan rupiah sepekan ini," tandasnya.

Baca Juga: Bursa global turun, IHSG diprediksi ikut melemah pada pekan depan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati