JAKARTA. Salah satu tersangka dugaan tindak pidana korupsi suap penanganan perkara Pilkada di Kabupaten Lebak, Banten Tubagus Chaery Wardhana alias Wawan mengakui adanya pertemuan dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif Akil Mochtar dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Hal tersebut disampaikan Wawan melalui pengacaranya, Pia Akbar Nasution. "Kalau pertemuan dengan Pak Akil yang di Singapura benar ada. Wawan ke sana untuk nonton F1. Bu Atut sendiri juga sudah ada di sana. Jadi Pak Wawan duluan sampai sana. Baru tahu kalau ada Bu Atut. Jadi berangkatnya juga tidak bersama-sama," jelas Pia kepada wartawan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (16/10). Lebih lanjut Pia menjelaskan, selain untuk menonton F1, kedatangan Wawan ke Singapura juga untuk bertemu dengan Akil. Namun menurut Pia, pertemuan tersebut merupakan pertemuan biasa. "Tidak ada bicara tentang hal-hal yang spesifik. Pak Wawan kan hanya nemenin Bu Atut ketemu di situ," tambah Pia.
Wawan akui pertemuan Atut dan Akil di Singapura
JAKARTA. Salah satu tersangka dugaan tindak pidana korupsi suap penanganan perkara Pilkada di Kabupaten Lebak, Banten Tubagus Chaery Wardhana alias Wawan mengakui adanya pertemuan dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif Akil Mochtar dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Hal tersebut disampaikan Wawan melalui pengacaranya, Pia Akbar Nasution. "Kalau pertemuan dengan Pak Akil yang di Singapura benar ada. Wawan ke sana untuk nonton F1. Bu Atut sendiri juga sudah ada di sana. Jadi Pak Wawan duluan sampai sana. Baru tahu kalau ada Bu Atut. Jadi berangkatnya juga tidak bersama-sama," jelas Pia kepada wartawan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (16/10). Lebih lanjut Pia menjelaskan, selain untuk menonton F1, kedatangan Wawan ke Singapura juga untuk bertemu dengan Akil. Namun menurut Pia, pertemuan tersebut merupakan pertemuan biasa. "Tidak ada bicara tentang hal-hal yang spesifik. Pak Wawan kan hanya nemenin Bu Atut ketemu di situ," tambah Pia.