Wealth Management BNI Terus Tumbuh, AUM Segmen Private Naik 21%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis wealth management PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus mencatat pertumbuhan di tengah volatilitas pasar dan ketidakpastian ekonomi global. Namun, di saat yang sama, mulai terlihat kecenderungan nasabah untuk menempatkan dana pada portofolio yang lebih konservatif.

Pemimpin Divisi Wealth Management BNI, Henny Eugenia mengatakan, kepercayaan nasabah terhadap layanan wealth management BNI masih tumbuh konsisten. Meski demikian, indikasi pergeseran ke portofolio yang lebih konservatif mulai terlihat dari pertumbuhan total tabungan dengan saldo di atas Rp1 miliar.

"Di tengah dinamika pasar dan persaingan yang semakin ketat, kami melihat kepercayaan nasabah kepada Wealth Management BNI terus tumbuh konsisten, walaupun mulai disinyalir adanya pergeseran ke portofolio yang lebih konservatif," kata Henny kepada kontan.co.id, Kamis (10/9/2026).


Menurutnya, tabungan dengan saldo di atas Rp1 miliar tumbuh sekitar 18% secara tahunan (YoY) per Juli 2026, lebih tinggi dibandingkan portofolio lainnya. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa sebagian nasabah masih bersikap wait and see dan masuk ke pasar secara bertahap.

Sejalan dengan pertumbuhan tabungan tersebut, aset under management (AUM) nasabah yang dikelola BNI juga terus tumbuh. Per Juli 2026, pertumbuhan AUM terutama berasal dari segmen private yang meningkat 21% YoY. Sementara jumlah nasabah di segmen tersebut tumbuh 9%.

Baca Juga: Nasabah Wealth Management Makin Konservatif, Obligasi dan Pasar Uang Jadi Pilihan

Dari sisi instrumen investasi, obligasi masih menjadi pilihan utama nasabah wealth management BNI. Secara keseluruhan, AUM investasi BNI tumbuh 10% YoY.

Henny mengatakan, tekanan global yang masih berlangsung turut memicu koreksi di pasar modal. Kondisi tersebut membuat sebagian nasabah memilih menempatkan dana pada instrumen obligasi.

"Secara umum, AUM investasi tumbuh 10% YoY dengan porsi obligasi yang masih mendominasi. Tekanan global yang masih berlangsung, berdampak pada koreksi di pasar modal," ujarnya.

Meski demikian, tidak seluruh nasabah mengambil sikap defensif. Nasabah dengan profil agresif justru memanfaatkan momentum penurunan pasar untuk menambah porsi investasi sekaligus melakukan rebalancing portofolio.

Di sisi lain, BNI melihat animo nasabah terhadap produk investasi masih meningkat. Salah satu instrumen yang diminati adalah surat utang negara yang menawarkan imbal hasil tetap dengan kupon premium.

"Untuk saat ini kami melihat animo nasabah terhadap produk investasi terus meningkat utamanya pada instrumen surat utang negara yang memberikan imbal hasil fixed dengan kupon premium seperti yang sedang dilaunching saat ini untuk seri SR025," kata Henny.

Memasuki paruh kedua 2026, BNI optimistis bisnis wealth management dapat tumbuh lebih agresif dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan menyiapkan sejumlah inisiatif untuk mendorong pertumbuhan jumlah nasabah maupun AUM hingga akhir tahun.

Baca Juga: Wealth Management Makin Diminati, Dana Kelolaan Perbankan Terus Bertumbuh

Salah satunya melalui penyelenggaraan wondrX 2026 pada akhir Agustus lalu. Event tersebut menjadi salah satu wadah BNI untuk memperluas basis nasabah sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis wealth management.

"Dengan pertumbuhan positif pada tabungan dan AUM di semester 1 ini, kami optimis dapat bertumbuh lebih agresif dari tahun sebelumnya," ujar Henny.

Untuk memperkuat pertumbuhan, BNI juga akan memperkuat kanal distribusi dan berkolaborasi dengan ekosistem bisnis perseroan. Strategi tersebut diarahkan untuk mempercepat akuisisi nasabah baru atau new to Emerald, terutama dari kalangan key person debitur, institusi, dan merchant yang bekerja sama dengan BNI.

Selain mengejar nasabah baru, BNI berupaya meningkatkan kepemilikan produk (product holding ratio) setiap nasabah. Produk yang ditawarkan mencakup tabungan multicurrency, deposito, investasi, kartu kredit, aktivasi wondr, asuransi, KPR BNI Griya hingga pembiayaan kendaraan BNI Oto.

BNI juga menyiapkan program yang disesuaikan dengan minat dan hobi nasabah. Salah satunya program top up dana dengan hadiah tiket konser Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour.

Konser tersebut dijadwalkan berlangsung di Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta pada 3 November 2026. Program ini diharapkan menjadi daya tarik bagi pecinta musik sekaligus pintu masuk bagi nasabah baru untuk bergabung dengan BNI Emerald maupun Private.

Di sisi lain, BNI juga menekankan peran dedicated relationship manager dalam menjaga pertumbuhan dana nasabah. Pengelolaan hubungan yang lebih dekat diharapkan dapat membuat dana nasabah terus berkembang di BNI sekaligus memperkuat layanan wealth management perseroan melalui konsep “Beyond Wealth” dan “Your Life Enhanced”.

Baca Juga: Ketidakpastian Tinggi, Bisnis Wealth Management Perbankan Tetap Sumbang Cuan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News