Weha Transportasi (WEHA) Raih Laba Bersih Rp 19,9 Miliar pada Tahun 2022



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 96% menjadi sebesar Rp 183 miliar di tahun 2022. Sebelumnya di tahun 2021 pendapatan perseroan sekitar Rp 93 miliar. 

Raihan pertumbuhan itu turut memicu kenaikan laba bersih menjadi Rp 19,9 miliar atau meningkat sebesar 307% dimana tahun 2021 Perseroan masih mengalami kerugian hingga Rp 9,6 Miliar. 

EBITDA Perseroan juga meningkat sebesar 156% atau mencapai Rp 55 Miliar di tahun 2022. Seperti diketahui perseroan mempunyai 3 lini usaha yaitu bus charter, intercity shuttle dan logistik, serta open trip. Seluruh lini usaha membukukan kinerja pendapatan yang positif selama tahun 2022.


Baca Juga: White Horse (WEHA) Bidik Pendapatan Melonjak Hingga 40% di Tahun 2023

Andrianto Putera Tirtawisata Direktur Utama WEHA menjelaskan pendapatan di segmen bus charter meningkat menjadi Rp 84 miliar di tahun 2022 atau meningkat sebesar 81% dibandingkan dengan tahun 2021. 

Kemudian pendapatan segmen intercity shuttle mencapai Rp 91 miliar atau meningkat sebesar 109% dibandingkan dengan tahun 2021. Demikian juga segmen open trip membukukan kenaikan pendapatan menjadi Rp 7,5 miliar  atau meningkat 167% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Pendapatan WEHA meningkat terutama di saat momen Idul Fitri serta Natal dan Tahun baru. Khususnya momen Idul Fitri, Pemerintah mengeluarkan kebijakan di mana masyarakat dapat melakukan mudik di mana tahun 2021 belum dapat dilaksanakan karena adanya PPKM akibat pandemi COVID-19,” ujar dia dalam keterangan resmi, Senin (27/3). 

Penetrasi digital melalui aplikasi juga mulai membuahkan hasil positif, hal ini membuat strategi baru Perseroan menjadi lebih mudah untuk di eksekusi. 

 
WEHA Chart by TradingView

Aplikasi DayTrans sekarang sudah di-download lebih dari 330,000 user dan aplikasi Explorer.ID pun sudah di download lebih dari 200,000 user saat ini.

Untuk 2023, Perseroan memproyeksikan pendapatan meningkat 30-40% dibandingkan tahun 2022, di mana dengan penghapusan kebijakan PPKM secara menyeluruh oleh Pemerintah membuat gairah di industri transportasi dan pariwisata kian menggeliat. 

“Untuk mendukung agar target Perseroan dapat tercapai, maka Perseroan berencana untuk melakukan pembelian armada baru sekitar 90 unit baik untuk lini usaha penyewaan bus dan lini usaha jasa angkutan antar kota,” tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .