KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) bersiap menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue. Aksi korporasi ini diarahkan untuk menambah modal kerja di tengah upaya perseroan meningkatkan pemanfaatan fasilitas Rumah Potong Ayam (RPA) yang selama ini belum optimal. Manajemen menyebut tambahan dana hasil right issue akan difokuskan untuk mendorong volume produksi, mempercepat perputaran persediaan, serta mengerek utilisasi kapasitas terpasang. Saat ini, kapasitas RPA WMUU tercatat mencapai 12.000 ekor per jam. Namun, tanpa tingkat serapan pasar dan arus kas yang memadai, kapasitas tersebut berisiko menjadi beban biaya tetap. Direktur WMUU Andi Susilo mengatakan, penguatan modal kerja menjadi prioritas agar aset produksi yang sudah dibangun tidak menganggur. “Dengan utilisasi yang lebih tinggi, Perseroan dapat meningkatkan efisiensi biaya per unit dan memperbaiki margin usaha,” ujarnya dalam siarna pers, Kamis (26/2).
Widodo Makmur Unggas Perkuat Struktur Modal Melalui Right Issue
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) bersiap menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue. Aksi korporasi ini diarahkan untuk menambah modal kerja di tengah upaya perseroan meningkatkan pemanfaatan fasilitas Rumah Potong Ayam (RPA) yang selama ini belum optimal. Manajemen menyebut tambahan dana hasil right issue akan difokuskan untuk mendorong volume produksi, mempercepat perputaran persediaan, serta mengerek utilisasi kapasitas terpasang. Saat ini, kapasitas RPA WMUU tercatat mencapai 12.000 ekor per jam. Namun, tanpa tingkat serapan pasar dan arus kas yang memadai, kapasitas tersebut berisiko menjadi beban biaya tetap. Direktur WMUU Andi Susilo mengatakan, penguatan modal kerja menjadi prioritas agar aset produksi yang sudah dibangun tidak menganggur. “Dengan utilisasi yang lebih tinggi, Perseroan dapat meningkatkan efisiensi biaya per unit dan memperbaiki margin usaha,” ujarnya dalam siarna pers, Kamis (26/2).
TAG: