KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan consumer goods and agricultural commodities nasional, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) sepanjang tiga bulan pertama di tahun 2026 menunjukkan perbaikan kinerja seiring dengan upaya efisiensi perusahaan. Dalam keterangan resmi yang diterima Kontan Rabu (1/7/2026), pada kuartal pertama 2026, perusahaan ini berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 287,7 miliar secara konsolidasi, atau meningkat hingga 40,9% yoy dibanding pendapatan pada periode yang sama tahun 2024. Dilihat dari segmen usahanya, pos pendapatan ini paling banyak disumbang oleh lini bisnis peternakan unggas (poultry) sebesar 85,54%, diikuti oleh lini bisnis pengolahan daging (meat processing) sebesar 11,52%, lini bisnis peternakan sapi (cattle livestock) sebesar 1,96%, dan komoditas (commodity) sebesar 0,99%. Baca Juga: Kontraksi PMI Jadi Alarm, Pemerintah Diminta Segera Stabilkan Rupiah Perusahaan juga menunjukkan perbaikan pada sisi beban pokok pendapatan yang berdampak positif terhadap Laba Kotor yang dicatatkan sebesar Rp 3,2 miliar di kuartal I-2026 alias naik 156,1% yoy. Selain itu, Perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp 130,3 miliar, atau naik 281,5% yoy dari periode sebelumnya yang masih mencatat rugi Rp 71,8 miliar. “Perbaikan rasio beban pokok pendapatan yang membuat perusahaan ini berhasil mencatat laba kotor ini menunjukkan perusahaan sudah lebih efisien dalam menjalankan usahanya. Hal ini juga seiring dengan perbaikan kinerja perusahaan yang ditopang oleh berbagai katalis positif dari industri pangan global dan dalam negeri yang membuat pendapatan perusahaan ini mengalami peningkatan, khususnya di segmen Poultry,” jelas Tumiyono dikutip dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Rabu (1/7/2026). Prospek positif industri pangan salah satunya didorong oleh permintaan protein hewani yang diproyeksi terus mengalami peningkatan, baik daging ayam, telur ayam dan daging sapi. Apalagi sektor pangan juga menjadi fokus pemerintah saat ini. Berdasarkan data dari BPS yang diolah tim riset internal perusahaan, konsumsi daging sapi dan kerbau pada tahun 2026 diproyeksi mencapai 986.170 ton, atau naik sekitar 14% dibanding tahun 2025. Sementara itu, konsumsi daging ayam diprediksi mencapai 4,99 juta ton pada tahun 2026, atau naik hampir 5% dari tahun sebelumnya.Peluang inilah yang ditangkap oleh grup perusahaan ini sehingga dapat meningkatkan penjualan. Dia melanjutkan, bahwa selain perbaikan di sisi pendapatan, perusahaan juga mulai menunjukkan perbaikan dalam kemampuan membayar hutang. Hal ini tercermin dari rasio lancar (current ratio) pada kuartal I-2026 mencapai 1,4 kali, dibandingkan 0,7 kali pada kuartal I-2025. "Perbaikan ini merupakan dampak dari restrukturisasi kewajiban perusahaan yang telah disepakati dengan seluruh kreditur,” imbuh Tumiyono. Baca Juga: Kemendag Desak PLN Penuhi Hak Konsumen Usai Pemadaman Listrik di Sumatra dan Jawa Ke depannya, perusahaan akan tetap fokus melanjutkan strategi efisiensi serta meningkatkan aktivitas operasional dan utilisasi fasilitas existing. Untuk mendukung hal ini, perusahaan ini berupaya mengumpulkan modal kerja dengan melakukan divestasi sejumlah aset yang sudah tidak produktif serta membuka pintu untuk melakukan kerjasama dengan sejumlah mitra dan investor strategis. Selain itu, perusahaan dan anak usaha perusahaan ini yaitu PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) juga mengambil langkah strategis melalui aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Rights Issue. Melalui aksi korporasi ini, perusahaan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 8.500.000.000 saham baru untuk WMPP dan sebanyak-banyaknya 6.004.705.896 saham baru untuk WMUU. “Aksi korporasi perusahaan baik WMPP dan WMUU ini merupakan langkah penting bagi perusahaan karena dananya akan dipakai sebagai tambahan modal kerja perusahaan sehingga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan positif kinerja perusahaan dan memperkuat daya saing dalam industri” pungkas Tumiyono.
Widodo Makmur (WMPP) Balikkan Rugi Jadi Laba Rp 130,3 Miliar di Kuartal I-2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan consumer goods and agricultural commodities nasional, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) sepanjang tiga bulan pertama di tahun 2026 menunjukkan perbaikan kinerja seiring dengan upaya efisiensi perusahaan. Dalam keterangan resmi yang diterima Kontan Rabu (1/7/2026), pada kuartal pertama 2026, perusahaan ini berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 287,7 miliar secara konsolidasi, atau meningkat hingga 40,9% yoy dibanding pendapatan pada periode yang sama tahun 2024. Dilihat dari segmen usahanya, pos pendapatan ini paling banyak disumbang oleh lini bisnis peternakan unggas (poultry) sebesar 85,54%, diikuti oleh lini bisnis pengolahan daging (meat processing) sebesar 11,52%, lini bisnis peternakan sapi (cattle livestock) sebesar 1,96%, dan komoditas (commodity) sebesar 0,99%. Baca Juga: Kontraksi PMI Jadi Alarm, Pemerintah Diminta Segera Stabilkan Rupiah Perusahaan juga menunjukkan perbaikan pada sisi beban pokok pendapatan yang berdampak positif terhadap Laba Kotor yang dicatatkan sebesar Rp 3,2 miliar di kuartal I-2026 alias naik 156,1% yoy. Selain itu, Perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp 130,3 miliar, atau naik 281,5% yoy dari periode sebelumnya yang masih mencatat rugi Rp 71,8 miliar. “Perbaikan rasio beban pokok pendapatan yang membuat perusahaan ini berhasil mencatat laba kotor ini menunjukkan perusahaan sudah lebih efisien dalam menjalankan usahanya. Hal ini juga seiring dengan perbaikan kinerja perusahaan yang ditopang oleh berbagai katalis positif dari industri pangan global dan dalam negeri yang membuat pendapatan perusahaan ini mengalami peningkatan, khususnya di segmen Poultry,” jelas Tumiyono dikutip dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Rabu (1/7/2026). Prospek positif industri pangan salah satunya didorong oleh permintaan protein hewani yang diproyeksi terus mengalami peningkatan, baik daging ayam, telur ayam dan daging sapi. Apalagi sektor pangan juga menjadi fokus pemerintah saat ini. Berdasarkan data dari BPS yang diolah tim riset internal perusahaan, konsumsi daging sapi dan kerbau pada tahun 2026 diproyeksi mencapai 986.170 ton, atau naik sekitar 14% dibanding tahun 2025. Sementara itu, konsumsi daging ayam diprediksi mencapai 4,99 juta ton pada tahun 2026, atau naik hampir 5% dari tahun sebelumnya.Peluang inilah yang ditangkap oleh grup perusahaan ini sehingga dapat meningkatkan penjualan. Dia melanjutkan, bahwa selain perbaikan di sisi pendapatan, perusahaan juga mulai menunjukkan perbaikan dalam kemampuan membayar hutang. Hal ini tercermin dari rasio lancar (current ratio) pada kuartal I-2026 mencapai 1,4 kali, dibandingkan 0,7 kali pada kuartal I-2025. "Perbaikan ini merupakan dampak dari restrukturisasi kewajiban perusahaan yang telah disepakati dengan seluruh kreditur,” imbuh Tumiyono. Baca Juga: Kemendag Desak PLN Penuhi Hak Konsumen Usai Pemadaman Listrik di Sumatra dan Jawa Ke depannya, perusahaan akan tetap fokus melanjutkan strategi efisiensi serta meningkatkan aktivitas operasional dan utilisasi fasilitas existing. Untuk mendukung hal ini, perusahaan ini berupaya mengumpulkan modal kerja dengan melakukan divestasi sejumlah aset yang sudah tidak produktif serta membuka pintu untuk melakukan kerjasama dengan sejumlah mitra dan investor strategis. Selain itu, perusahaan dan anak usaha perusahaan ini yaitu PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) juga mengambil langkah strategis melalui aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Rights Issue. Melalui aksi korporasi ini, perusahaan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 8.500.000.000 saham baru untuk WMPP dan sebanyak-banyaknya 6.004.705.896 saham baru untuk WMUU. “Aksi korporasi perusahaan baik WMPP dan WMUU ini merupakan langkah penting bagi perusahaan karena dananya akan dipakai sebagai tambahan modal kerja perusahaan sehingga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan positif kinerja perusahaan dan memperkuat daya saing dalam industri” pungkas Tumiyono.
TAG: