KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (
WMPP) mengoptimalkan ekspansi pada tahun ini untuk meraih pertumbuhan kinerja keuangan. Direktur Utama Widodo Makmur Perkasa, Tumiyana mengatakan bahwa perusahaan menargetkan pendapatan mencapai Rp 2,1 triliun hingga akhir tahun. Artinya, WMPP optimistis dapat meraih pendapatan yang tumbuh sekitar 108% dari Rp 1,01 triliun pada 2025. Di level ini, pendapatan WMPP tahun lalu pun sudah melonjak 76,6%
year-on-year (yoy). "Konsentrasi kami tahun ini dengan meningkatkan dari sisi operasional," ujarnya dalam paparan publik, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Kementerian ESDM Tetapkan ICP April 2026 Naik Menjadi US$ 117,31 per Barel Untuk mencapai target tersebut, WMPP menyiapkan sejumlah strategi. Pertama, perusahaan akan menggenjot utilisasi rumah potong ayam (RPA) hingga 12.000 ayam per jam. Lebih lanjut, WMPP juga bakal meningkatkan populasi peternakan ayam petelur dari 350.000 ekor pada 2026, yang diharapkan meningkat menjadi 1.000.000 ekor pada 2028. Seiring strategi tersebut, Widodo Makmur Perkasa juga tengah mempercepat pertumbuhan average daily gain (ADG) atau pertambahan bobot badan harian rata-rata sapi hingga minimal 1,6 kg per hari. WMPP juga terus meningkatkan kualitas Sapi Gama sebagai rumpun sapi pedaging baru agar menjadi bibit sapi unggulan premium. Tahun ini, perusahaan juga menggenjot ekspansi
feedlot ke area-area baru yang ditargetkan, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan wilayah IKN. Tumiyana menambahkan, perusahaan belum berencana menggelontorkan belanja modal alias
capital expenditure (capex). Sebab, kapasitas aset yang ada dinilai masih memadai untuk mendukung target pendapatan tahunan WMPP.
Baca Juga: Harga Minyak Naik, Pertamina Diprediksi Terbebani Rp 31 Triliun per Tahun Tahan BBM “Dengan aset yang ada saja kalau kita utilisasi penuh, sebenarnya kita bisa mencapai forecast pendapatan antara Rp 6 triliun sampai Rp 7 triliun per tahun. Jadi, kita tidak melakukan pengeluaran capex dalam durasi tiga tahun yang akan datang,” ujarnya. Dari sisi prospek, perusahaan optimistis pendapatan dapat terus bertumbuh khususnya dengan dukungan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Imbas MBG, manajemen WMPP memandang, secara nasional terdapat potensi tambahan konsumsi sekitar 90.000 ton per tahun mulai 2025, dengan potensi kontribusi hingga 20% terhadap konsumsi nasional. Adapun permintaan daging ayam broiler juga diproyeksi terus meningkat hingga 2029, seiring pertumbuhan populasi di Indonesia. Tambahan konsumsi dari program MBG diperkirakan mencapai sekitar 915 ribu ton per tahun mulai 2025, dengan potensi kontribusi hingga 26% terhadap konsumsi nasional.
Begitu juga dengan permintaan ayam telur yang diprediksi meningkat, dengan tambahan konsumsi sekitar 417.000 ton per tahun, serta potensi kontribusi hingga 9% terhadap konsumsi nasional. Secara keseluruhan, proyeksi tersebut dinilai dapat terus menjadi angin segar bagi pertumbuhan kinerja perusahaan.
Baca Juga: Sasar Segmen High-End, Jaya Sukses (RISE) Buka Vasa Suites di Pusat CBD Surabaya Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News