Widodo Makmur (WMPP) Jajaki Kerjasama dengan Perusahaan AS Tyson Foods



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen consumer goods dan komoditas agrikultur, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) membuka peluang bekerja sama dengan perusahaan multinasional Amerika Serikat (AS) Tyson Foods, untuk memperkuat posisi sebagai penyedia protein hewani.

Chief Operating Officer Widodo Makmur Perkasa, Mega Nurfitriyana menjelaskan bahwa Tyson Foods telah melakukan kunjungan lapangan (site visit) ke fasilitas peternakan dan Rumah Potong Hewan milik WMPP di Cianjur, Jawa Barat pada Jumat (6/3/2026) lalu.

Kunjungan ini juga menjadi salah satu kunjungan pertama Tyson Foods ke perusahaan pangan di Indonesia untuk menjajaki potensi kerja sama ke depan, tak hanya di pasar Indonesia, tetapi juga di pasar ASEAN.


Baca Juga: Garap Komoditas Rempah, ID Food Lepas Ekspor Perdana Bunga Pala ke India

Sebagai salah satu perusahaan dengan portofolio produk protein luas di industri pangan, Tyson Foods menilai pasar Indonesia merupakan salah satu pasar dengan potensi yang besar untuk dapat dieksplorasi kedepannya.

“Sebagai perusahaan yang tidak hanya berfokus pada segmen daging sapi, tetapi juga memiliki eksposur di sektor perunggasan melalui entitas anak, PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU), kombinasi ini akan memberikan keseimbangan antara stabilitas dan potensi pertumbuhan dalam menghadapi dinamika industri protein nasional,” ungkap Mega dalam keterangan yang diterima Kontan pada Rabu (8/4/2026).

Selain Tyson Foods, WMPP juga membuka pintu untuk melakukan kerja sama dengan sejumlah perusahaan baik dalam negeri ataupun perusahaan multinasional. Hal ini disebut sebagai salah satu strategi Widodo Makmur Perkasa dalam menjaga keberlanjutan bisnis, sambil terus melakukan upaya efisiensi dan peningkatan utilisasi fasilitas produksi.

Chief Executive Officer (CEO) WMPP, Tumiyono menambahkan, ketertarikan sejumlah perusahaan untuk bekerja sama dengan pihaknya menjadi bahan bakar WMPP untuk makin optimistis dalam mendorong pertumbuhan kinerja. Terutama, seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi domestik yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi serta berbagai program strategis pemerintah.

Tumiyono merinci, melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG),  konsumsi protein nasional secara menyeluruh diproyeksi akan meningkat. "Program ini diperkirakan berkontribusi terhadap kebutuhan nasional sekitar 26% untuk daging ayam, 9% untuk telur, 20% untuk daging sapi," imbuhnya.

Baca Juga: Program Bedah Rumah Pemerintah Targetkan 400.000 Unit di Tahun 2026

“Dengan dukungan peningkatan permintaan dari program pemerintah dan potensi kerja sama dengan perusahaan multinasional, WMPP berada pada posisi strategis untuk memanfaatkan momentum ini secara berkelanjutan," pungkas Tumiyono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News