Widodo Makmur (WMPP) Prediksi Penjualan Daging Naik Hingga 60% pada Ramadan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Widodo Makmur  Perkasa Tbk (WMPP) memanfaatkan momentum bulan Ramadan 2026 untuk mendongkrak penjualan karena ada kenaikan permintaan sejumlah produk pangan termasuk daging sapi dan daging ayam.

Founder dan CEO WMPP Tumoyana menyebut, salah satu yang dilakukan WMPP adalah mengamankan stok produk sejak awal tahun 2026. Menurutnya, Ramadan adalah momentum tahunan yang menjadi peluang bagi sektor consumer. 

"Dalam hal ini, kami mengoptimalkan utilisasi fasilitas produksi kami untuk mengamankan stok dalam rangka memenuhi permintaan konsumen. Stok produk kami juga sudah mulai di distribusikan ke seluruh jaringan dan mitra bisnis perusahaan di Indonesia," jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (9/3/2026).


Hal ini dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya lonjakan harga di pasar.

Baca Juga: Harga Minyak Sentuh US$ 119 Per Barel, Beban Subsidi Energi Berpotensi Membengkak

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Koordinator Pangan dan diolah tim internal WMPP, total kebutuhan daging sapi dan kerbau pada bulan Februari dan Maret 2026 diproyeksi mencapai 221.759 ton, atau setara dengan 3 kali kebutuhan di periode normal tahun ini.

Sementara itu, total kebutuhan daging ayam ras pada periode yang sama diproyeksi mencapai 853.877 ton, atau setara dengan 2 kali kebutuhan di periode normal tahun ini. 

Dengan peningkatan kebutuhan ini, kata Tumiyana, WMPP memproyeksi penjualan daging ayam dan daging sapi melalui anak usahanya selama bulan Ramadan ini mampu meningkat hingga 40%-60% dibandingkan periode normal.

"Peningkatan penjualan di bulan Ramadan ini tentu akan berdampak positif bagi kinerja Perseroan di kuartal 1 tahun ini," kata dia.

Ke depan, WMPP juga terus berupaya menjaga keberlangsungan bisnisnya dengan menjalankan sejumlah rencana strategis. Selain terus melakukan efisiensi di sejumlah titik, Tumiyana bilang, WMPP akan fokus meningkatkan aktivitas operasional dan utilisasi fasilitas eksisting yang ditargetkan dapat meningkatkan volume penjualan, terutama pada bisnis cattle dan poultry. 

Selain itu, WMPP juga akan bekerja sama dengan sejumlah mitra dan investor strategis untuk meningkatkan utilisasi agar dapat mendorong pendapatan perusahaan.

Dari sisi aksi korporasi, pada tahun ini, WMPP melalui anak usahanya PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU), juga akan melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Aksi korporasi ini disebut diarahkan untuk menambah modal kerja WMUU dalam rangka mendukung peningkatan utilisasi Rumah Potong Ayam (RPA) yang memiliki kapasitas hingga 12.000 ekor per jam.

Tumiyana mengungkapkan, tambahan dana hasil rights issue ini akan difokuskan untuk mendorong volume produksi, mempercepat perputaran persediaan, serta mengerek utilisasi kapasitas terpasang. 

"Dengan utilisasi yang lebih tinggi, perseroan dapat meningkatkan efisiensi biaya per unit dan memperbaiki margin usaha,” jelas Tumiyana.

Baca Juga: Harga Minyak Melambung, Pemerintah Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying Saat Beli BBM

Selain mendukung akselerasi pertumbuhan bisnis, langkah ini, lanjutnya, sekaligus menegaskan komitmen perseroan dalam menjaga efisiensi operasional, kualitas produk, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik. 

"Kami optimistis bahwa aksi korporasi ini akan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham serta memperkuat posisi kompetitif perseroan di industri," ujar Tumiyana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News