KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (
WMPP) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan hingga kuartal III-2026. Emiten sektor pangan ini membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 961,9 miliar, meningkat 40% secara tahunan atau year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, WMPP juga mencatatkan perbaikan kinerja operasional. Hingga September 2026, perusahaan membukukan laba kotor sebesar Rp 20,1 miliar atau melonjak 252% YoY. Selain itu, WMPP berhasil mencatatkan laba bersih positif sebesar Rp 92,9 miliar. Capaian tersebut meningkat 154% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Emiten Ritel Kompak Catat Rapor Hijau hingga September 2026, Begini Prospek Sahamnya Dari sisi kontribusi bisnis, segmen karkas ayam menjadi penopang utama pendapatan WMPP. Segmen ini mencatatkan penjualan sebesar Rp 750,3 miliar, tumbuh 70% YoY. Sementara itu, segmen daging sapi dan produk olahan berkontribusi sebesar Rp 112,3 miliar. Adapun penjualan telur mencapai Rp 47,4 miliar, sedangkan sisanya berasal dari produk lainnya. Chief Executive Officer (CEO) PT Widodo Makmur Perkasa Tbk Tumiyono mengatakan, pertumbuhan kinerja hingga kuartal III-2026 tidak terlepas dari upaya efisiensi serta optimalisasi utilisasi fasilitas produksi yang telah dimiliki perusahaan. "Dengan tren ini, kami menargetkan pendapatan hingga akhir tahun 2026 dapat meningkat hingga 50% dibandingkan tahun 2025," kata Tumiyono di keterbukaan informasi, Selasa (3/11/2026). Ke depan, WMPP akan melanjutkan optimalisasi kapasitas produksi sekaligus memperluas peluang pasar untuk menangkap potensi peningkatan permintaan produk pangan.
Perusahaan juga melihat berbagai program strategis pemerintah yang berorientasi pada penguatan ketahanan pangan nasional sebagai peluang untuk memperkuat posisi bisnis dan mendorong pertumbuhan usaha. Dari sisi keuangan, WMPP turut mencatatkan perbaikan struktur likuiditas. Hal ini tercermin dari rasio lancar atau current ratio yang mencapai 1,6 kali per kuartal III-2026. Tumiyono menyatakan akan terus mendorong peningkatan produktivitas, memperbaiki kinerja operasional, mengembangkan pasar, serta memperkuat struktur keuangan guna menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News