KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (
WIFI) atau SURGE menunjuk Fadel Muhammad sebagai Komisaris Utama dan Shannedy Ong sebagai Direktur Utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (21/10/2026). Fadel sebelumnya menjabat sebagai Komisaris WIFI, sedangkan Shannedy merupakan Direktur sekaligus Chief Commercial Officer. Sebelum bergabung dengan WIFI, Shannedy pernah menjabat Country Managing Director Qualcomm Indonesia dan Vice President Ericsson Indonesia.
Dalam RUPSLB tersebut, WIFI juga menyetujui penambahan kegiatan usaha Konstruksi Sentral Telekomunikasi dengan kode KBLI 42206. Ini memungkinkan WIFI mengerjakan pembangunan fasilitas sentral telekomunikasi secara langsung. WIFI juga berpeluang menawarkan layanan konstruksi kepada pelanggan korporasi yang membutuhkan pembangunan jaringan di kawasan komersial, perumahan, industri, pendidikan, pemerintahan, dan ruang publik, setelah persyaratan perizinan dipenuhi.
Baca Juga: Revisi RKAB 2026 Berdampak ke Emiten Nikel dan Batubara, Simak Rekomendasi Sahamnya Rencana penambahan kegiatan usaha tersebut telah dikaji oleh penilai independen KJPP Syarif, Endang & Rekan. Hasil studi kelayakan menyimpulkan rencana tersebut layak ditinjau dari aspek pasar, teknis, bisnis, manajemen, dan keuangan. Di sisi jaringan, SURGE menyebut Internet Rakyat, layanan fixed wireless access (FWA) yang dioperasikan anak usahanya, telah memiliki lebih dari 3.100 site terintegrasi dan beroperasi, dengan lebih dari 9.000 radio unit terpasang. Jaringan tersebut menjangkau sekitar 3,1 juta rumah tangga. SURGE menargetkan lebih dari 5.500 site Internet Rakyat terintegrasi dan beroperasi pada akhir 2026, didukung strategi penggelaran jaringan dan kemitraan kolaboratif. Sementara itu, layanan serat optik hingga rumah atau fiber-to-the-home (FTTH) Starlite yang dijalankan anak usaha WIFI ditargetkan memenuhi komitmen pembangunan 3,5 juta home pass pada akhir 2026. Direktur Utama SURGE Shannedy Ong mengatakan WIFI kini berfokus pada eksekusi strategi. Infrastruktur serat optik dan FWA yang telah dibangun menjadi modal untuk mempercepat ekspansi sekaligus memperluas akses internet terjangkau. “Dengan strategi penggelaran yang inovatif dan kemitraan yang kolaboratif, kami dapat mempercepat pembangunan jaringan sekaligus terus memperluas akses internet yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (21/10).
Berikut ini susunan komisaris dan direksi WIFI setelah penutupan RUPSLB pada 21 Oktober 2026. Dewan Komisaris
Direksi
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News