KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belum tutup tahun 2018, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sudah membidik perolehan kontrak baru dari luar negeri senilai Rp 4,5 triliun pada tahun depan. Target tersebut 18,42% lebih tinggi ketimbang target kontrak baru luar negeri pada tahun ini yang sebesar Rp 3,8 triliun. Meski tengah getol menambah portofolio di kancah internasional, Wijaya Karya tak mau asal comot proyek. "Kalau tidak bisa memberikan nilai tambah ke perusahaan buat apa ekspansi keluar negeri, lebih baik main di dalam negeri saja," kata Tumiyana, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk di Jakarta, Rabu (29/8). Dalam memburu proyek di luar negeri, Wijaya Karya berharap bisa mengantongi margin keuntungan di atas 10%. Selain itu, mereka hanya akan menggarap proyek dengan nilai minimal US$ 100 juta atau sekitar Rp 1 triliun untuk di negara-negara baru yang belum dirambah.
Wijaya Karya (WIKA) berburu proyek ke Afrika
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belum tutup tahun 2018, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sudah membidik perolehan kontrak baru dari luar negeri senilai Rp 4,5 triliun pada tahun depan. Target tersebut 18,42% lebih tinggi ketimbang target kontrak baru luar negeri pada tahun ini yang sebesar Rp 3,8 triliun. Meski tengah getol menambah portofolio di kancah internasional, Wijaya Karya tak mau asal comot proyek. "Kalau tidak bisa memberikan nilai tambah ke perusahaan buat apa ekspansi keluar negeri, lebih baik main di dalam negeri saja," kata Tumiyana, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk di Jakarta, Rabu (29/8). Dalam memburu proyek di luar negeri, Wijaya Karya berharap bisa mengantongi margin keuntungan di atas 10%. Selain itu, mereka hanya akan menggarap proyek dengan nilai minimal US$ 100 juta atau sekitar Rp 1 triliun untuk di negara-negara baru yang belum dirambah.