KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
PT Wijaya Karya Tbk (
WIKA) tetap optimistis memandang prospek bisnis di paruh kedua tahun ini. Dengan katalis positif berupa peluang pengerjaan berbagai proyek strategis, baik dari pemerintah maupun swasta. Sebagai gambaran, sepanjang semester I-2026, WIKA mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 6,9 triliun.
Corporate Secretary WIKA Ngatemin memaparkan, kontrak baru tersebut terdiri atas beberapa sektor pekerjaan. Untuk sektor industri penunjang konstruksi, porsinya menjadi yang tertinggi atau setara 32,5% dari total perolehan kontrak baru. Kemudian disusul sektor Infrastruktur & Gedung sebanyak 32,40%, sektor Energi & Industrial Plant 30,37%, serta sektor Properti & Investasi 4,66%.
Baca Juga: TikTok Shop Perkuat Ekosistem Fesyen Lokal Lewat Konsep Discovery Commerce “Perseroan tetap optimistis terhadap prospek bisnis pada Semester II-2026 seiring masih terbukanya peluang proyek strategis pemerintah maupun swasta,” ungkap Ngatemin, kepada KONTAN Rabu (5/8/2026). Salah satu proyek strategis yang berhasil diperoleh WIKA pada Juni 2026 ini adalah Proyek Penanganan Longsoran Slope 9–10 dan Perbaikan Alinyemen KM 177–KM 178 Jalan Tol Cisumdawu dengan nilai kontrak sebesar Rp294,54 miliar.
Proyek ini merupakan upaya penanganan jangka panjang terhadap pergerakan tanah di ruas Tol Cisumdawu, khususnya pada area KM 177 Bojongtotor hingga KM 178 Mulyasari, yang menjadi salah satu titik prioritas penanganan karena teridentifikasi mengalami pergerakan tanah. Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan borepile, rekonstruksi mainroad, serta pembangunan chuteway sebagai sistem pengaliran air untuk meningkatkan stabilitas lereng. Pekerjaan akan dilaksanakan mulai 9 Juli 2026 hingga 3 Maret 2027. Ia melanjutkan, sebagai strategi memperthanakan kinerja di sisa tahun ini, WIKA
akan terus
mengedepankan strategi selektif dalam memperoleh kontrak baru. Karena itu, perusahaan mempertimbangkan sejumlah aspek sebelum mengambil sebuah proyek, meliputi profitabilitas, manajemen risiko, dan kualitas arus kas, serta fokus pada percepatan penyelesaian proyek berjalan untuk mendukung kinerja Perseroan.
“Sejalan dengan strategi tersebut, WIKA juga akan fokus pada
core business WIKA sehingga operation semakin
excellence, terus memperkuat tata kelola proyek, optimalisasi rantai pasok, pengelolaan likuiditas secara optimum, serta menerapkan manajemen risiko secara disiplin guna mempertahankan kinerja dan menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” tandasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News