KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menilai dinamika harga energi global, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi memengaruhi biaya operasional proyek konstruksi pada awal tahun 2026. Corporate Secretary WIKA, Ngatemin mengatakan, faktor-faktor tersebut dapat berdampak pada komponen yang berkaitan dengan energi, logistik, serta sejumlah material industri dan peralatan konstruksi. “Kenaikan harga BBM, dinamika harga energi global, serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tentu berpotensi memengaruhi biaya operasional proyek, khususnya pada komponen yang berkaitan dengan energi, logistik, serta beberapa material industri dan peralatan konstruksi. Tentunya ada beberapa item yang sudah kami lakukan mitigasi dalam manajemen risiko,” ujar Ngatemin, kepada Kontan.co.id, Senin (16/3).
Wijaya Karya (WIKA) Kaji Dampak Lonjakan Harga Energi ke Proyek Konstruksi pada 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menilai dinamika harga energi global, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi memengaruhi biaya operasional proyek konstruksi pada awal tahun 2026. Corporate Secretary WIKA, Ngatemin mengatakan, faktor-faktor tersebut dapat berdampak pada komponen yang berkaitan dengan energi, logistik, serta sejumlah material industri dan peralatan konstruksi. “Kenaikan harga BBM, dinamika harga energi global, serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tentu berpotensi memengaruhi biaya operasional proyek, khususnya pada komponen yang berkaitan dengan energi, logistik, serta beberapa material industri dan peralatan konstruksi. Tentunya ada beberapa item yang sudah kami lakukan mitigasi dalam manajemen risiko,” ujar Ngatemin, kepada Kontan.co.id, Senin (16/3).