KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (
WIKA) memperoleh kontrak baru berupa pembangunan SMA Unggul Garuda di Provinsi Kalimantan Utara. Dalam proyek ini, WIKA bersinergi dengan anak usahanya, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (
WEGE), melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO). Proyek strategis tersebut berlokasi di Desa Jelai Selor, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, dengan nilai kontrak sebesar Rp290,9 miliar.
Baca Juga: Listrik Mandiri Pemegang Wilayah Usaha Capai 26,2 GW, PLN Berpotensi Dirugikan! Lingkup pekerjaan KSO WIKA–WEGE mencakup pembangunan fasilitas pendidikan terintegrasi dan komprehensif, mulai dari pekerjaan persiapan, penerapan sistem manajemen keselamatan konstruksi (K3), pematangan lahan, hingga pembangunan fisik gedung utama dan utilitas kawasan. Dukung Pembangunan SDM di Wilayah Perbatasan Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari kontribusi nyata perseroan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan infrastruktur pendidikan hingga wilayah perbatasan.
Baca Juga: Autopedia (ASLC) Optimistis Penjualan 2026 Tumbuh Dobel Digit Jelang Momentum Lebaran “Proyek ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia. Inisiatif ini sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita, khususnya dalam menciptakan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat global,” ujar Agung BW dalam siaran pers, Kamis (19/2/2026). Kehadiran SMA Unggul Garuda diharapkan menjadi pusat pendidikan sains dan teknologi yang mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul serta memperluas akses pendidikan berkualitas di kawasan perbatasan. Fasilitas Lengkap dan Terintegrasi
Baca Juga: Momogi Group Perkuat Posisi di Pasar Snack Anak Lewat Inovasi dan Ekspansi Global Fasilitas yang akan dibangun meliputi gedung akademik, ruang kelas, balairung serbaguna, teater seni dan pertunjukan, masjid, serta sarana olahraga berupa lapangan sepak bola.
Selain itu, kawasan pendidikan ini juga dilengkapi hunian pendukung, seperti asrama siswa (Graha Putra dan Graha Putri), apartemen staf, 29 pasang rumah dinas tipe I, serta rumah khusus bagi kepala sekolah dan tamu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News