WIKA Bukukan Penjualan Rp15,8 Triliun pada Kuartal III 2026, Naik 11,9%
Jumat, 30 Oktober 2026 17:46 WIB
Oleh: Adv Team | Editor: Ridwal Prima Gozal
KONTAN.CO.ID - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) catatkan peningkatan penjualan pada kuartal 3 2026 sebesar 11,9% year on year (yoy) menjadi Rp15,80 triliun. Penjualan ini terdiri dari penjualan pada proyek non Kerja Sama Operasi (non KSO) sebesar Rp9,04 triliun dan penjualan pada proyek KSO sebesar Rp6,77 triliun. Peningkatan penjualan ini juga sejalan dengan meningkatnya raihan kontrak baru Perseroan hingga kuartal 3 2026 sebesar 57,9% yoy, menjadi Rp9,78 triliun.
Capaian positif ini didukung dengan upaya transformasi dan penyehatan yang telah secara konsisten dijalankan Perseroan sejak tahun 2023, di mana Perseroan terus melakukan perolehan kontrak baru dengan menerapkan project selection secara ketat berbasis four eyes principle dengan pola pembayaran uang muka dan pembayaran progres bulanan. Dengan strategi tersebut setiap proyek mampu menghasilkan profitabilitas baik dan beroperasi secara mandiri. Hal ini terlihat pada laba kotor Perseroan yang tercapai sebesar Rp1,09 triliun meningkat 44,4% yoy, dengan margin sebesar 12,11% meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 8,34%. Langkah transformasi turut berdampak pada kinerja bisnis utama, dimana Perseroan berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp754,33 miliar meningkat 162,1% yoy, dengan EBITDA core operasi di luar penyertaan pada investasi kereta sebesar Rp957,84 miliar meningkat 148,4% yoy. Upaya Perseroan dengan menerapkan lean management juga mulai membuahkan hasil, dimana Operating Expense Ratio menurun menjadi 5,34% pada kuartal 3 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Peningkatan penjualan yang diiringi penguatan margin profitabilitas mencerminkan keberhasilan strategi bisnis Perseroan dalam mendorong penguatan pasar serta operational yang lean dan excellence. Ke depan Perseroan akan terus menjaga momentum pertumbuhan dan memperkuat profitabilitas secara berkelanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan”, ujar Ngatemin, Corporate Secretary WIKA. Dari sisi finansial, Perseroan juga terus fokus melakukan penguatan fundamental, hal ini dapat dilihat dari total utang Perseroan yang telah menurun sebesar Rp1,42 triliun, terdiri dari utang berbunga Perseroan yang menurun Rp505 miliar dan utang usaha Perseroan yang menurun Rp914,54 miliar pada kuartal 3 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Atas berbagai upaya transformasi dan penyehatan yang telah dilakukan, Perseroan membutuhkan dukungan dari seluruh pihak baik pemegang saham, kreditur, regulator dan publik untuk penguatan keuangan. Dukungan ini dibutuhkan untuk melakukan restrukturisasi komprehensif, serta pengembalian modal Perseroan dan divestasi pada proyek penugasan kereta cepat, sehingga Perseroan dapat menurunkan beban bunga dan beban kerugian atas penugasan tersebut. Selain itu pengembalian modal tersebut juga akan dapat digunakan Perseroan untuk pembayaran kreditur, baik bank dan surat utang (obligasi dan sukuk), dimana pemegang surat utang tersebut terdiri dari 206 Perorangan, 88 Lembaga Dana Pensiun dan 154 Lembaga Keuangan. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News