WIKA-Hutama Karya Groundbreaking Proyek Gedung CMU RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) bersama PT Hutama Karya (Persero) melalui skema Kerja Sama Operasi (HK–WIKA KSO) resmi memulai pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Yogyakarta. 

Dimulainya pembangunan ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) yang berlangsung pada Kamis (8/1) di kawasan RSUP Dr. Sardjito, Jl. Kesehatan No. 1, Sekip, Sleman, DI Yogyakarta.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Central Medical Unit RSUP Dr. Sardjito merupakan bagian dari agenda transformasi sistem kesehatan nasional yang bertujuan memastikan pelayanan kesehatan semakin mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat. 


“Salah satu pilar penting dalam transformasi tersebut adalah penguatan infrastruktur sarana dan prasarana rumah sakit,” ungkap Budi, dalam siaran pers Jumat (9/1/2026). 

Baca Juga: Sistem Parkir Otomatis Buka Peluang Investasi Baru

Gedung CMU RSUP Dr. Sardjito direncanakan terdiri dari 2 lantai basement dan 13 lantai utama dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2027. Bangunan ini memiliki luas total mencapai 55.574 m² dan dirancang dengan konsep stacking vertikal 14 lantai.

Fasilitas yang dihadirkan mencakup penguatan layanan perawatan kritikal melalui ICU, HCU, ruang observasi, hingga unit resusitasi. Layanan bedah dilengkapi dengan 21 ruang operasi mayor dan 6 ruang operasi minor yang terintegrasi dengan area pre-operasi dan post-operasi. 

Dari sisi diagnostik, Gedung CMU dilengkapi fasilitas radiologi seperti CT-Scan, MRI 3 Tesla, X-Ray, CT Spectral Photon-Counting, dan fluoroskopi, serta laboratorium terpadu meliputi Lab UPTD, Lab Terpadu, Lab BGSi, hingga fasilitas patologi anatomi dan molekuler.

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW), menjelaskan, dalam pelaksanaannya, Hutama Karya–WIKA KSO menerapkan Building Information Modeling (BIM) berbasis ISO 19650 serta prinsip lean construction guna meningkatkan efisiensi, akurasi perencanaan, dan kualitas pelaksanaan proyek. 

Pendekatan ini sejalan dengan Asta Cita dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik. 

“Mengingat pembangunan dilakukan di lingkungan rumah sakit yang tetap beroperasi, aspek keselamatan kerja, pengaturan lalu lintas internal, serta koordinasi intensif dengan manajemen rumah sakit menjadi prioritas utama agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal,” ujar Agung, 

Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Siap Sambut Peluang PPN DTP 100% Sepanjang 2026

Proyek ini merupakan kontribusi nyata WIKA dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui layanan kesehatan yang andal. 

WIKA memastikan penerapan standar mutu, keselamatan, dan keberlanjutan dalam setiap tahapan pembangunan, sekaligus menjaga agar aktivitas pelayanan rumah sakit tetap berjalan selama masa konstruksi. Kami menargetkan penyelesaian proyek ini pada akhir 2027 agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

Selanjutnya: BRICS Plus Mulai 'Permainan Perang', Ini Tiga Alasan India Menghindar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News