Window Dressing Bakal Terjadi di Akhir Tahun? Ini Kata Analis



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menjelang bulan Desember pelaku pasar bersiap menjaring cuan dari fenomena window dressing. Analis pun memprediksi window dressing berpeluang terjadi di akhir tahun ini.

Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi Riawan mengatakan window dressing IHSG cenderung Terjadi saban tahun, meskipun tidak harus setiap tahun.

Window dressing biasanya terjadi menjelang akhir tahun. Manfaat utama bagi emiten yang terlibat dalam window dressing adalah dapat menciptakan penampilan yang lebih positif terkait kesehatan keuangan dan kinerja mereka, yang potensial meningkatkan kepercayaan investor dan harga saham.


Baca Juga: Potensi Window Dressing pada Akhir Tahun, Ini Rekomendasi Saham yang Bisa Dicermati

Window dressing IHSG umumnya terkait dengan akhir periode pelaporan, terutama pada hari perdagangan terakhir tahun di bulan Desember. Namun, hal ini juga dapat terjadi pada akhir periode pelaporan lainnya, seperti akhir kuartal.” kata Reza kepada Kontan, Selasa (26/9)

Adapun menurutnya, tingkat penguatan IHSG akibat window dressing dapat bervariasi setiap tahun dan dipengaruhi oleh kondisi pasar, faktor ekonomi, dan efektivitas upaya window dressing. 

“Memprediksi kenaikan yang tepat sulit, karena bergantung pada berbagai faktor termasuk sentimen pasar, indikator ekonomi, dan tindakan perusahaan tertentu.” kata Reza.

Baca Juga: Meneropong Potensi Window Dressing di Kuartal Keempat 2023

Untuk tahun ini, dengan sentimen yang ada, menurutnya kemungkinan besar akan ada window dressing, rekomendasi saham bisa disesuaikan dengan risk profile masing-masing investor, adapun saham-saham yang menarik di koleksi seperti perbankan, bisa di cermati.

Reza juga menyarankan, selama periode window dressing, investor sebaiknya berhati-hati dan melakukan penelitian menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi. 

Penting untuk melihat lebih dari fluktuasi pasar jangka pendek yang disebabkan oleh window dressing dan fokus pada fundamental jangka panjang perusahaan, kesehatan keuangan, kualitas manajemen, dan prospek pertumbuhan. 

Baca Juga: Menilik Potensi Window Dressing di Akhir Tahun 2023

Diversifikasi portofolio investasi dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan juga dapat bermanfaat untuk menghadapi volatilitas pasar. Reza memperkirakan, pada akhir tahun 2023 IHSG akan berada pada level 7.200.

Adapun sentimennya antara lain adalah asumsi di 2024 The Fed akan stop memberikan pesan bahwa suku bunga harus naik lagi, lalu uang politik menambah velocity of money (peredaran uang), dan juga keputusan BI yang mungkin akan menaikan suku bunga untuk menguatkan rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli