WINR Akan Akuisisi Laxo Global Akses, Ini Tujuannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) meneken kesepakatan awal (preliminary agreement) untuk mengakuisisi 60% saham PT Laxo Global Akses (LGA), perusahaan penyedia layanan Internet Service Provider (ISP) dan infrastruktur digital yang berbasis di Jakarta.

Akuisisi ini menjadi bagian dari strategi transformasi bisnis WINR untuk membangun ekosistem properti berbasis digital. Perseroan menilai meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas berkecepatan tinggi menjadikan layanan internet sebagai salah satu infrastruktur utama yang mendukung kawasan hunian, komersial, hotel, hingga kawasan terpadu.

Melalui transaksi tersebut, WINR berharap dapat memperkuat daya saing proyek sekaligus menciptakan sumber pendapatan berulang (recurring revenue) yang dapat menopang pertumbuhan kinerja dalam jangka panjang.


Direktur Utama PT Winner Nusantara Jaya Tbk, Yusmen Liu, mengatakan transformasi digital telah menjadi kebutuhan bagi industri properti. Menurutnya, akuisisi LGA akan memperkuat ekosistem bisnis Perseroan sekaligus memberikan nilai tambah bagi penghuni, tenant, dan para pemangku kepentingan.

"Selain meningkatkan daya saing proyek, kami melihat peluang terbentuknya pendapatan berulang yang akan mendukung pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan," ujar Yusmen dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga: Perkuat Recurring Income, WINR Gandeng Artotel Kelola Tiga Hotel di Batam

Ia menambahkan, WINR ke depan tidak hanya ingin dikenal sebagai pengembang properti, tetapi juga sebagai pengembang kawasan modern yang mengintegrasikan infrastruktur digital, konektivitas, teknologi, dan berbagai layanan dalam satu ekosistem.

Menurut Yusmen, akuisisi LGA merupakan langkah awal dari strategi jangka panjang Perseroan untuk memperkuat platform bisnis, meningkatkan kualitas pendapatan, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.

Ke depan, WINR akan mengintegrasikan teknologi digital dalam setiap tahap pengembangan kawasan. Kehadiran LGA diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan konektivitas proyek-proyek WINR, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan berbagai layanan digital, seperti smart home, building management system, Internet of Things (IoT), dan cloud services.

Akuisisi LGA menciptakan sinergi yang saling menguntungkan bagi kedua perusahaan. Bagi WINR, kepemilikan perusahaan ISP memungkinkan penyediaan layanan internet terintegrasi di seluruh proyek Perseroan sehingga meningkatkan nilai tambah kawasan sekaligus membuka peluang pendapatan berulang.

Di sisi lain, LGA memperoleh akses ke portofolio proyek WINR di berbagai wilayah Indonesia sebagai captive market untuk memperluas jaringan dan basis pelanggan secara lebih efisien. Sinergi ini diharapkan mendorong pertumbuhan bisnis properti dan infrastruktur digital secara berkelanjutan.

Baca Juga: Cermati Strategi Ciputra Development (CTRA) di Tengah Ujian Industri Properti

Melalui akuisisi ini, kata Yusmen, WINR memperluas model bisnis dari pengembang properti menjadi pengembang ekosistem properti yang terintegrasi dengan infrastruktur digital. Integrasi layanan internet diharapkan meningkatkan daya saing proyek sekaligus menciptakan pendapatan berulang yang lebih stabil. Selain melayani proyek-proyek WINR, LGA akan tetap mengembangkan bisnis kepada pelanggan korporasi, instansi pemerintah, dan ritel. 

WINR optimistis terhadap prospek industri konektivitas digital di Indonesia. Berdasarkan Survei Profil Internet Indonesia 2026 dari APJII, penetrasi internet nasional telah mencapai 81,72% atau sekitar 235,26 juta pengguna. Sementara itu, Statista memproyeksikan jumlah pengguna internet Indonesia meningkat menjadi 269 juta pada 2028.

WINR menilai tren tersebut membuka peluang pertumbuhan yang besar bagi layanan internet tetap, terutama di kawasan-kawasan pengembangan baru. Akuisisi LGA juga mendukung strategi WINR dalam mengembangkan kawasan Smart City di Bogor. Proyek tersebut akan dikembangkan secara bertahap dari sekitar 30 hektare hingga sekitar 1.000 hektare.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News