Wintermar Offshore (WINS) Raih Kontrak US$ 75 Juta hingga Februari 2024



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pelayaran PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) telah mengantongi kontrak untuk dikerjakan sebesar US$ 75 juta hingga akhir Februari 2024.

Investor Relation Wintermar Offshore Marine Pek Swan Layanto menjelaskankan, pihaknya telah mengamankan kontrak di luar Indonesia di wilayah-wilayah seperti India, Brunei dan Thailand. 

"Di mana kami mendapatkan keuntungan dari tarif sewa yang lebih menguntungkan," jelas Pek Swan dalam paparan investor belum lama ini. 


Baca Juga: Laba Bersih Wintermar Offshore Marine (WINS) Melesat 501% Jadi US$ 6,67 Juta di 2023

Adapun tarif sewa di Indonesia masih tertinggal dari pasar global dalam hal penyesuaian tarif sewa atas permintaan yang lebih tinggi. Belum lagi,  jumlah pasokan kapal pendukung lepas pantai masih terbatas. 

Pek Swan bilang kondisi ketat pasokan ini diperkirakan akan terus berlanjut, yang pada gilirannya secara bertahap akan mendorong naiknya tarif sewa lebih tinggi di tahun-tahun mendatang.

"WINS juga secara aktif mempersiapkan dua kapal Platform Supply Vessel (PSV) untuk operasi yang diantisipasi akan mulai beroperasi pada semester II-2024," katanya. 

Di sisi lain, sifat jangka waktu kontrak WINS yang masih sangat didominasi oleh kontrak spot, terutama di segmen High Tier. Ini akan menambah volatilitas pendapatan kuartalan WINS. 

"Ini akan menambah volatilitas pada pendapatan kuartalan kami, di atas faktor musiman yang biasanya berkontribusi pada semester pertama yang lebih lemah," jelas Pek Swan. 

Baca Juga: Kinerja Emiten Minyak dan Gas Beragam pada 2023, Ini Saham yang Layak Koleksi

Adapun WINS mendapatkan tantangan dalam mengoperasikan armada. Terutama, armada sudah tua karena memerlukan biaya pemeliharaan yang lebih tinggi dan tidak tersedianya suku cadang. 

Untuk itu, WINS akan mencari peluang untuk peremajaan armada guna meningkatkan hasil armada dan mendiversifikasi sumber pendapatan melalui pengelolaan komposisi armada dengan investasi di tahun berjalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi