Wintermar Offshore (WINS) Raih Kontrak US$ 79 Juta Sepanjang Semester I-2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) mencetak nilai kontrak sebesar US$79 juta per Juni 2023.

Berdasarkan laporan keterbukaan Investor Relation yang diterima Kontan, Wintermar memperkirakan penguatan kinerja sepanjang sisa tahun ini, yang didorong oleh keberhasilan memenangkan beberapa kontrak untuk kapal-kapal high-tier

"Kontrak-kontrak ini memiliki tarif sewa yang jauh lebih tinggi dari tarif kontrak sebelumnya, dengan perkiraan kontrak akan dimulai pada kuartal III dan IV tahun 2023. Perkembangan positif ini sejalan dengan peningkatan keseluruhan dalam kondisi pasar offshore suply vessel (OSV) diikuti oleh peningkatan utilisasi OSV secara global dan peningkatan tarif sewa," papar Investor Relations Wintermar Offshore Marine (WINS) Pek Swan Layanto, Jumat (4/8). 


Baca Juga: Rajin Tambah Kapal, Wintermar Offshore Marine (WINS) Siapkan Capex US$ 18 Juta

Lebih jauh, WINS menjelaskan bahwa pencapaian ini semakin terdorong dengan katalis berupa peningkatan permintaan minyak global yang berkelindan dengan permintaan OSV di beberapa wilayah Asia dan Afrika.

Lebih jauh, WINS membukukan pendapatan US$31,18 juta atau setara dengan Rp467,77 miliar per Juni 2023. Angka tersebut naik 24,41% dibandingkan dengan pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US25,06 juta.

Lebih detail, pada pos divisi charter, terdapat kenaikan pendapatan di angka US$8,1 juta dibandingkan dengan US$7,9 juta pada semester I 2022. Karena marjin yang lebih rendah, laba kotor dari divisi charter turun 26,5% yoy menjadi US$0,7 juta.

"Hal ini juga disebabkan karena WINS mengakuisisi satu kapal sewaan pada kuartal II 2023 seiring dengan telah didapatkannya kontrak jangka Panjang atas kapal tersebut oleh Perseroan," imbuhnya.

Pihaknya juga mampu membalik kerugian menjadi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham sebesar US$1,1 juta untuk paruh pertama tahun 2023, dibandingkan dengan kerugian sebesar US$1,0 juta pada periode yang sama tahun 2022. Dengan demikian, EBITDA grup juga melonjak 64% menjadi US$8,7 juta. 

Wintermar menjabarkan, laba kotor divisi Kapal Milik (owned vessel) turut mengalami pertumbuhan menjadi sebesar US$3,1 juta, dihasilkan dari pendapatan sebesar US$19,2juta. Hal ini dicapai sebagai hasil dari perolehan tarif sewa yang lebih tinggi, meskipun utilisasi armada menurun dari 66% di semester I 2022 menjadi 61% di semester I 2023.

Pihaknya juga menjelaskan, bahwa pada semester I 2023 masih mengalami utilisasi kapal yang lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh masa transisi di mana beberapa kapal telah menyelesaikan kontrak jangka panjang dan mulai menjalani perawatan yang diperlukan sebelum digunakan untuk kontrak-kontrak baru. 

Akibatnya, lanjut Wintermar, biaya perawatan meningkat sebesar 80,0% year on year dengan sebagian besar peningkatan difokuskan pada kapal-kapal bernilai lebih tinggi. Selain itu, biaya bunker juga naik 23% menjadi US$1,3 juta karena bertambahnya kapal dengan kontrak berakhir. 

 
WINS Chart by TradingView

"Dengan perkiraan tarif yang lebih tinggi pada paruh kedua tahun ini, manajemen lebih selektif dalam melakukan tender kontrak selama periode tersebut, yang berkontribusi pada utilisasi yang lebih rendah.

Perseroan saat ini memiliki armada terdiri dari 42 kapal, termasuk 9 kapal tambahan bernilai lebih tinggi yang diakuisisi sejak 2021, termasuk 1 kapal mid-tier yang diakuisisi pada kuartal II 2023," paparnya.

Dari 9 kapal tambahan tersebut, 6 telah beroperasi pada kuartal II 2023, 2 lagi mulai bekerja pada bulan Juni dan Juli, dengan 1 kapal diharapkan dapat dikerahkan pada semester kedua tahun 2023, menyisakan hanya 1 kapal sedang menjalani proses pengaktifan kembali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .