KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wintermar Offshore Marine Tbk (
WINS) optimistis bisnis
offshore support vessel (OSV) masih memiliki prospek positif hingga akhir 2026. Kenaikan aktivitas eksplorasi minyak dan gas (migas) lepas pantai serta terbatasnya pasokan kapal global menjadi katalis utama bagi perseroan. Investor Relations WINS Pek Swan Layanto mengatakan, prospek pertumbuhan perseroan masih sejalan dengan strategi dan proyeksi bisnis yang telah disiapkan.
Baca Juga: Pertamina Ungkap Penyebab Antrean Panjang di SPBU, Ternyata karena Shifting BBM Salah satu katalis datang dari percepatan final investment decision (FID) sejumlah proyek migas. Menurut Pek, percepatan tersebut tidak terlepas dari kebutuhan berbagai negara untuk memperkuat ketahanan energi, termasuk rencana pengembangan lima Proyek Strategis Nasional (PSN) pada periode 2027–2030. Di sisi lain, pasokan kapal OSV, khususnya kapal dengan teknologi dynamic positioning (DP), masih terbatas secara global. Kondisi ini merupakan dampak minimnya pembangunan kapal baru sepanjang periode 2015–2022. "Kombinasi permintaan yang naik dan pasokan yang terbatas ini yang membuat kami meyakini permintaan OSV, khususnya kapal dengan Dynamic Positioning, akan terus meningkat berikut tarif charter-nya," ujar Pek Swan kepada Kontan, Minggu (13/9/2026).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026 Prospek tersebut juga didukung komitmen pemerintah Indonesia untuk mempercepat kegiatan eksplorasi migas, terutama di wilayah lepas pantai. Bagi WINS, peningkatan investasi offshore menjadi peluang karena permintaan terhadap armada perseroan sangat bergantung pada perkembangan investasi di sektor tersebut. Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan, WINS terus mempersiapkan investasi penambahan armada, terutama kapal dengan spesifikasi yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan
offshore. Dari sisi biaya, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai belum memberikan tekanan langsung yang signifikan terhadap biaya pokok perseroan. Pasalnya, bisnis OSV umumnya menggunakan skema
time charter, sehingga biaya bahan bakar selama operasional menjadi tanggungan penyewa atau
charterer. Terkait implementasi kebijakan B50, WINS menyatakan mendukung kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Perseroan juga akan terus memantau penerapan biodiesel pada mesin kapal.
Baca Juga: AS Kenakan Bea Masuk Tinggi untuk Impor Produk Tenaga Surya dari Indonesia Sementara itu, perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan Laut Merah justru dinilai dapat membuka peluang bagi industri OSV global. Konflik di kawasan tersebut mendorong sejumlah negara meningkatkan investasi eksplorasi dan produksi migas di wilayah lain guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari Timur Tengah. Dari sisi belanja modal, WINS menyiapkan capex lebih dari US$80 juta hingga akhir 2026. Hingga saat ini, realisasi capex telah mencapai sekitar US$70 juta.
Pek mengatakan, perseroan masih akan melanjutkan investasi pembaruan armada hingga akhir tahun. Fokus investasi diarahkan pada kapal
high tier yang dilengkapi teknologi
dynamic positioning.
Baca Juga: AREBI Banten Gandeng CIMB Niaga Syariah Dorong Ekosistem Properti Profesional Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi WINS sebagai salah satu operator armada DP terbesar di Indonesia, sekaligus menangkap peluang dari meningkatnya kebutuhan kapal pendukung kegiatan eksplorasi migas
offshore. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News