WOM Finance Bakal Lebih Selektif Menentukan Waktu Penerbitan Surat Utang ke Depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) menyatakan akan lebih selektif dalam menentukan waktu dan struktur penerbitan surat utang ke depannya agar sesuai dengan kondisi pasar.

Direktur Keuangan WOM Finance, Cincin Lisa menyampaikan hal itu mengingat adanya kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate menjadi 5,25% dan kenaikan yield obligasi. Dia menyebut kedua faktor itu memang berpotensi memberikan tekanan terhadap pasar obligasi korporasi pada sisa tahun ini. 

"Walau diperkirakan pasar obligasi korporasi masih akan tetap aktif, perusahaan akan lebih selektif dalam menentukan waktu dan struktur penerbitannya agar sesuai dengan kondisi pasar," kata Cincin kepada Kontan, Selasa (2/6/2026).


Baca Juga: Penyaluran Pembiayaan Syariah WOM Finance Tumbuh 9,8% pada Kuartal I-2026

Oleh karena itu, dalam menerbitkan surat utang ke depannya, Cincin mengatakan pihaknya mempertimbangkan sejumlah faktor utama, antara lain tingkat suku bunga, yield pasar, serta minat investor.

Hingga Mei 2026, Cincin menerangkan nilai penerbitan obligasi WOM Finance tercatat sebesar Rp 1,5 triliun. Dia menyebut dana hasil penerbitan obligasi tersebut digunakan untuk modal kerja perusahaan. 

Mengenai tren kupon obligasi saat ini, Cincin menyampaikan tren kupon obligasi korporasi terlihat mulai bergerak naik, seiring kenaikan suku bunga acuan dan yield obligasi pemerintah. Namun, dia menyebut kenaikannya terlihat masih relatif bertahap, karena mekanisme penyesuaian di pasar obligasi korporasi.

Baca Juga: Pembiayaan Emas WOM Finance Mencapai Rp 6 Miliar per Maret 2026

Sebagai informasi, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat, penerbitan surat utang multifinance mencapai Rp 12,93 triliun per Mei 2026. Nilai tersebut naik 19,3%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 10,84 triliun.

Dari sisi emiten, Pefindo menerangkan penerbitan terbesar berasal dari PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance), PT Federal International Finance (FIFGROUP), dan PT Indomobil Finance Indonesia, masing-masing menerbitkan surat utang sebesar Rp 2,50 triliun. Ketiganya menyumbang sekitar 58,0% dari total penerbitan multifinance per Mei 2026. 

Baca Juga: WOM Finance Optimistis Prospek Pembiayaan Modal Kerja Masih Positif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News