WOM Finance: Kenaikan BI Rate Dorong Diversifikasi Sumber Dana



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% mulai memengaruhi strategi pendanaan perusahaan multifinance. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) menyebut dampaknya mulai terlihat melalui kenaikan biaya dana (cost of fund) dan kebutuhan untuk memperluas sumber pendanaan.

Direktur Keuangan WOM Finance, Cincin Lisa mengatakan kenaikan BI Rate telah mengubah kalkulasi pendanaan perusahaan pembiayaan. Karena itu, pelaku industri perlu melakukan diversifikasi sumber dana untuk menjaga kebutuhan likuiditas dan pertumbuhan bisnis.

“Kenaikan BI Rate memang mulai mengubah kalkulasi pendanaan multifinance, dimana dampaknya sudah mulai terlihat melalui kenaikan cost of fund dan dorongan untuk melakukan diversifikasi sumber pendanaan,” ujar Cincin kepada Kontan, Kamis (11/6/2026).


Baca Juga: Pembiayaan Emas WOM Finance Mencapai Rp 6 Miliar per Maret 2026

Kendati demikian, ia menilai kenaikan suku bunga belum tentu membuat aktivitas pendanaan industri multifinance menjadi sepi. Namun, pasar pendanaan berpotensi menjadi lebih selektif dengan biaya yang semakin mahal.

“Belum tentu sepi, tetapi kemungkinan menjadi lebih selektif dan lebih mahal,” katanya.

Menurut Cincin, pasar pendanaan masih akan tetap berjalan. Hanya saja, volume penerbitan instrumen pendanaan baru berpotensi dilakukan secara lebih hati-hati karena investor diperkirakan akan meminta tingkat imbal hasil yang lebih tinggi.

Baca Juga: WOM Finance (WOMF) Siapkan Sejumlah Strategi untuk Optimalkan Pembiayaan Modal Kerja

“Dengan kata lain, pasar pendanaan kemungkinan tidak berhenti, tetapi volume penerbitan baru bisa lebih hati-hati dan investor akan meminta imbal hasil lebih tinggi,” tambahnya.

Adapun terkait pilihan sumber dana, Cincin mengatakan pendanaan melalui obligasi tidak selalu lebih ringan dibandingkan pinjaman perbankan. Hal tersebut bergantung pada profil perusahaan dan kondisi pasar saat penerbitan dilakukan.

“Hal ini tergantung dari profil perusahaan dan bagaimana kondisi pasar pada saat penerbitan,” ungkapnya.

Baca Juga: WOM Finance Bakal Lebih Selektif Menentukan Waktu Penerbitan Surat Utang ke Depan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News