WOM Finance (WOMF) Catatkan Kinerja Positif, Laba Naik Double Digit



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang tahun 2023. WOM Finance membukukan pendapatan sebesar Rp 2 triliun tahun lalu, Pendapatan WOM Finance naik 17,76% dari Rp 1,69 triliun di tahun sebelumnya.

WOM Finance juga mencatatkan kenaikan laba 19,64% atau bertambah Rp 38,81 miliar menjadi Rp 236,41 miliar di akhir tahun 2023. Di tahun sebelumnya, WOM Finance meraup laba Rp 197,60 miliar.

Perusahaan yang menjadi bagian dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk tersebut merupakan perusahaan yang bergerak dalam kegiatan pembiayaan konsumen. Terutama pembiayaan multiguna sepeda motor dan mobil, sepeda motor baru, dan emas.


Melansir keterbukaan informasi Senin (25/3), dalam laporan tahunan, WOM Finance menuliskan terdapat kenaikan pendapatan yang didorong oleh kenaikan jumlah pembiayaan. Pembiayaan tumbuh 27,75% menjadi sebesar Rp 5,84 triliun dari Rp 4,57 triliun di tahun sebelumnya.

Baca Juga: Di 2023, Multifinance Tersisa 147 Perusahaan

Alhasil, aset WOM Finance pun meningkat 17,52% menjadi Rp 6,64 triliun dari Rp 5,65 triliun di tahun sebelumnya. Kenaikan aset menyusul adanya pertambahan liabilitas dan ekuitas sebagai hasil dari meningkatnya laba tahun berjalan perusahaan.

Senior Vice President Head of Retail, Product Research & Distribution Division PT Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi Riawan menilai, WOMF telah menunjukkan kinerja yang positif dengan mencatatkan kenaikan laba. Menurutnya prospek saham WOMF positif terutama jika perusahaan terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan dapat mempertahankan atau meningkatkan margin keuntungan.

“Penting untuk memantau kinerja sektor secara keseluruhan untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang potensi risiko dan peluang,” kata Reza kepada Kontan.co.id, Senin (25/3).

Reza merekomendasikan investor untuk buy WOMF dengan target harga Rp 600 per saham. Menurut dia, investor biasanya akan menilai berbagai faktor seperti kinerja keuangan, prospek industri, dan kondisi pasar secara keseluruhan sebelum membuat keputusan investasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati