Won Pimpin Penguatan Mata Uang Asia



JAKARTA. Won dan ringgit memimpin penguatan mata uang Asia setelah China memberikan sinyal akan lebih fleksibel dalam menetapkan nilai tukar yuan terhadap dollar Amerika Serikat.Hingga pukul 10.47 waktu Seoul, Won telah menguat sebesar 1,6% menjadi 1.183,5 per dollar AS. Sedangkan ringgit sudah menguat 1,1% ke level 3.215,5 per dollar AS.Sementara dollar Singapura naik 0,6% menjadi 1,3774 per dollar AS. Sedangkan rupiah hingga pukul 9.15 WIB sudah berada di level Rp 9.025 per dollar AS atau menguat 0,57%.Penguatan mata uang Asia juga terlihat dari Asia Dollar Indeks. Indeks yang mencerminkan nilai tukar terhadap 10 mata uang Asia diluar yen telah menyentuh level 111,5. Level ini merupakan yang terkuat sejak 18 Mei lalu.

Sekedar mengingatkan pada 19 Juni lalu, Bank Sental China, The People's Bank of China berjanji akan bersikap fleksible terhadap nilai tukar yuan. Bank sentral China ini menilai apresiasi terhadap yuan akan menguntungkan eksportir dan pekerja China. Sebelumnyam, China selalu menjaga ketat mata uangnnya di kisaran 6,83 per dollar AS sejak pertengahan 2008 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Edy Can