JAKARTA. Penjualan properti di Indonesia ternyata masih berkibar walaupun kondisi perekonomian global terguncang. Ancaman krisis global yang dipicu krisis utang di Eropa ternyata tidak menyurutkan daya beli kondominium di Indonesia. Hasil riset dari konsultan properti Jones Lang LaSalle menyebutkan, lebih dari separuh dari 27.400 unit suplai kondominium yang akan berdiri di Jakarta sampai 2015 sudah dipesan habis. Lebih detail, sekitar 63% suplai kondominium di Jakarta sampai 2015 sudah ada pembelinya atau sekitar 17.262 unit. Luke Rowe, Residential Project Marketing Group Head Jones Lang LaSalle mengungkapkan, tingginya permintaan tersebut disebabkan oleh beberapa alasan, yakni; suku bunga di Indonesia yang relatif rendah.
Wow! Penjualan kondominium laris manis
JAKARTA. Penjualan properti di Indonesia ternyata masih berkibar walaupun kondisi perekonomian global terguncang. Ancaman krisis global yang dipicu krisis utang di Eropa ternyata tidak menyurutkan daya beli kondominium di Indonesia. Hasil riset dari konsultan properti Jones Lang LaSalle menyebutkan, lebih dari separuh dari 27.400 unit suplai kondominium yang akan berdiri di Jakarta sampai 2015 sudah dipesan habis. Lebih detail, sekitar 63% suplai kondominium di Jakarta sampai 2015 sudah ada pembelinya atau sekitar 17.262 unit. Luke Rowe, Residential Project Marketing Group Head Jones Lang LaSalle mengungkapkan, tingginya permintaan tersebut disebabkan oleh beberapa alasan, yakni; suku bunga di Indonesia yang relatif rendah.