WSBP kantongi kontrak baru Rp 7 triliun



KONTAN.CO.ID - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) masih terus mengejar proyek-proyek baru. Hingga akhir Agustus 2017, perusahaan beton pracetak ini telah mengantongi kontrak baru sekitar Rp 7 triliun. Angka tersebut setara 56,6% dari total target tahun ini yaitu sebesar Rp 12,36 triliun.

Sekretaris Perusahaan WSBP Ratna Ningrum mengatakan, sebagian besar dari pencapaian tersebut masih bersumber dari proyek-proyek internal Waskita. "Kontribusi dari Waskita Group terhadap kontrak baru sekitar 85%," ungkap Ratna, Rabu (6/9).

Melihat pencapaian tersebut, maka dalam empat bulan ke depan, Waskita Beton Precast masih harus mengejar kontrak baru sekitar Rp 5,36 triliun. Meski begitu, Ratna masih optimistis perusahaan bisa mengejar jumlah tersebut sehingga bisa mencapai target kontrak anyar tahun ini.


Untuk mencapai target tersebut, WSBP masih akan tetap fokus mengincar proyek-proyej jalan tol sejalan dengan ekspansi induknya PT Waskita Karya Tbk (WSKT) di sektor tersebut. Proyek yang dibidik WSBP antara lain tol Cibitung Cilincing sebesar Rp 2 triliun, tol Kualanamu Parapat sekitar Rp 500 miliar, tol Legundi Bunder sekitar Rp 1,25 triliun, Probolinggo-Banyuwangi Rp 2,5 triliun dan Penajam-Balikpapan sekitar Rp 750 miliar-Rp 1 triliun.

Namun dua tol tersebut yakni Probolinggo-Banyuwangi dan Penajam-Balikpapan saat ini masih dalam proses persiapan lelang kepada investor di Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). PT Waskita Karya salah satu yang akan ikut bersaing mendapatkan konsensi tol tersebut.

Adapun proyek yang didapat WSBP diantaranya tol Jakarta-Cikampek II (Elevated), Tol Bogor -Ciawi-Sukabumi, Tol Depok-Antasari, Gempol-Porong paket II, LRT Palembang, Jalur Kereta Bandara Soekarno Hatta, Perumahan Garden Cuty, Danau Dayung Jakabaring Sport City, Rusun Nagrak, Transmart Cibubur dan lain-lain.

Selain terus mengejar target kontrak baru, WSBP masih akan melanjutkan penambahan kapasitas produksi. Saat ini, perusahaan sudah memiliki kapasitas produksi 3,25 juta ton per tahun atau meningkat 600.000 ton sejak akhir tahun 2016, salah satunya dengan membangun satu pabrik baru di Legundi, Jawa Timur dengan kapasitas 275.000 ton per tahun.

Pada paruh kedua ini, WSBP masih berencana membangun dua pabrik beton pracetak lagi yang berlokasi di Penajam, Kalimantan Timur seluas 10 ha dengan target kapasitas sekitar 300.000 ton per tahun dan di Medan, Sumatera Utara seluas 5 ha dengan kapasitas 200.000 ton per tahun. Sedangkan di Penajam akan dibangun

Selain menambah dua pabrik baru, perusahaan juga akan menambah kapasitas di pabrik Gasing dari 250.000 ton per tahun saat ini menjadi 500.000 ton.

Untuk mendanai ekspansi tersebut, WSBP telah menyiapkan belanja modal atawa capital expenditure (capex) Rp 1,9 triliun pada tahun ini. Pada semester I, perusahaan ini sudah menyerap belanja modal Rp 900 miliar yang digunakan untuk penambahan pabrik di Legundi dan penambahan kapasitas di beberapa pabrik yang sudah beroperasi.

Saat ini, WSBP telah memiliki pabrik 11 unit yang tersebar yang tersebar Cibitung, Palembang, Sidoarjo, Kalijati, Karawang, Bojonegoro, Subang, Klaten, Sadang, Gasing Sumatera Selatan, dan Legundi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini