KONTAN.CO.ID - Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) melihat tanda-tanda perlambatan pada perdagangan barang global meskipun aktivitas perdagangan masih menunjukkan ketahanan di tengah gangguan luas akibat konflik Timur Tengah. Dalam laporan Goods Trade Barometer yang dirilis Jumat (5/6/2026), WTO menyebut pertumbuhan perdagangan barang dunia masih berada di atas tren historis, tetapi lajunya mulai melambat dibandingkan awal tahun.
Baca Juga: Iran Peringatkan Israel Keluar dari Lebanon, Negosiasi Damai Terancam Mandek Indeks Goods Trade Barometer WTO turun dari 102,3 pada Januari menjadi 101,7. Meski masih berada di atas level dasar 100 yang menandakan perdagangan tetap tumbuh di atas tren normal, penurunan tersebut mengindikasikan momentum pertumbuhan mulai melemah. Barometer WTO digunakan untuk memproyeksikan perkembangan perdagangan global dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Nilai di atas 100 menunjukkan perdagangan tumbuh lebih cepat dari biasanya atau berpotensi menguat, sedangkan angka di bawah 100 menandakan pelemahan aktivitas perdagangan.
Baca Juga: Bangkrut, Ribuan Karyawan Spirit Airlines Kena PHK Massal Menurut WTO, dampak negatif konflik Timur Tengah terhadap perdagangan global sejauh ini sebagian tertutupi oleh lonjakan permintaan komponen elektronik yang berkaitan dengan pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau
artificial intelligence (AI). Hal itu tercermin dari indeks komponen elektronik yang naik ke level 105,5 atau jauh di atas tren normal. Sebaliknya, indeks bahan baku pertanian tercatat sedikit berada di bawah tren. Sementara itu, aktivitas pengiriman barang melalui jalur udara maupun kontainer masih tumbuh, meskipun kecepatannya melambat dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Indeks angkutan udara tercatat di level 102,2 dan indeks pengiriman kontainer sebesar 102,4.
Baca Juga: Ekonomi India: Kejutan Pertumbuhan 7,8% di Tengah Konflik Timur Tengah "Secara keseluruhan, berbagai indikator menunjukkan tanda-tanda ketahanan dan mengindikasikan pertumbuhan perdagangan barang global yang relatif stabil," tulis WTO dalam laporannya. Sebelumnya pada Maret 2026, WTO memperkirakan pertumbuhan perdagangan barang global akan melambat menjadi 1,9% pada tahun ini dari 4,6% pada 2025.
Organisasi tersebut juga memperingatkan bahwa laju perdagangan dapat melambat lebih dalam apabila konflik di Timur Tengah terus berlanjut, memicu kenaikan harga energi dan mengganggu transportasi global. Ketidakpastian geopolitik yang berkepanjangan berpotensi menambah tekanan terhadap rantai pasok dunia, terutama karena kawasan Timur Tengah merupakan jalur penting perdagangan energi internasional.
Baca Juga: SpaceX Gagal Masuk Cepat Indeks S&P 500 Meski Cetak IPO Terbesar Dunia Meski demikian, tingginya permintaan terhadap produk-produk yang mendukung pengembangan AI masih menjadi salah satu faktor penopang utama perdagangan global sepanjang tahun ini.