WTON ingin perbesar kapasitas pabrik di Subang



PALU. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menyiapkan sejumlah agenda ekspansi pada tahun ini. Anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ini mengalokasikan belanja modal 2017 senilai Rp 682 miliar.

"Semuanya berasal dari internal cashflow," ungkap Sekretaris Perusahaan WTON Puji Haryadi, Sabtu (4/3) lalu. Manajemen WTON akan memakai belanja modal tersebut untuk mengganti peralatan dan meningkatkan kapasitas di bidang jasa.

WTON juga berencana menambah kapasitas pabrik beton pracetak di Subang, Jawa Barat, dengan memperluas lahan sekitar 20 hektare (ha). Sebelumnya, produsen beton ini telah memiliki lahan di tempat itu seluas 30 ha. Kelak, pabrik di Subang ini digadang-gadang bakal menjadi kawasan pabrikasi terbesar.


Selain itu, WTON memiliki sejumlah rencana joint operation, termasuk menggandeng investor luar negeri. Tanpa menyebut identitas calon mitra, manajemen menyatakan sang partner berasal dari negara ASEAN.

Tahun ini, WTON membidik kontrak anyar senilai Rp 6 triliun. Kontrak anyar ini belum termasuk kontrak carry over senilai Rp 1,5 triliun. Perolehan ini diharapkan tak hanya berasal dari perusahaan induk, yakni WIKA.

Pada tahun lalu, sang induk hanya berkontribusi sekitar 24% dari total kontrak WTON. Sementara, klien swasta menjadi penyumbang terbesar perolehan kontrak WTON, yakni 60%, diikuti badan usaha milik negara (BUMN) dengan kontribusi sebesar 16%.

Demi mendukung ekspansi, pada Sabtu pekan lalu, WTON membangun pabrik crushing plant di wilayah Donggala, Palu. Ini merupakan pabrik ketiga WTON. Sebelumnya, emiten ini telah membuka pabrik crushing plant di Lampung dan Bogor.

"Produk dari pabrik ini kami pasok ke Balikpapan, Samarinda untuk proyek tol," kata Wilfred Singkali, Direktur Utama WTON.

Crushing plant Donggala berdiri di atas lahan seluas 23 ha. Pabrik ini memiliki kapasitas terpasang 240.000 ton per tahun dan bisa menyuplai bahan baku split hingga 30 tahun mendatang. Pembangunan crushing plant menelan investasi Rp 50 miliar.

Lantaran pabrik di Donggala memiliki elevasi yang cukup tinggi, cadangan di Donggala diperkirakan mencapai jutaan ton, sehingga memiliki potensi untuk bertambah menjadi 480 ton per jam, meski saat ini baru 240 ton per jam. Adapun fasilitas WTON di Lampung dan Cigudeg masing-masing berkapasitas 360 ton per jam.

Saat ini kebutuhan crushing plant adalah sebanyak 1,8 juta ton. WTON baru bisa memenuhi kapasitas 800.000 ton. WTON baru menjalankan aktivitas crushing plant dalam tiga tahun. Ini sebagai salah satu cara memberikan kepastian pasokan dan menjaga kesesuaian mutu produk yang dihasilkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie