Wujudkan kemandirian bahan baku obat, Kalbe Farma (KLBF): Kolaborasi sangat penting



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 turut mendatangkan kendala tersendiri bagi pelaku usaha farmasi. Ketersediaan bahan baku obat dan alat kesehatan menjadi tantangan di tengah pandemi.

Direktur Utama PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Vidjongtius menjelaskan, kontribusi industri hulu menjadi penting dan harus dilakukan secara bersama-saham dengan pihak terkait lainnya.

Ia bilang, sekarang ini Indonesia masih memiliki ketergantungan dalam mengimpor bahan baku obat. Oleh karena itu, Vidjong menilai begitu pentingnya Indonesia untuk mencapai kemandirian dalam memenuhi bahan baku ini.


Dari catatan Kontan.co.id, Kalbe melalui anak usaha yang memproduksi obat generik, PT Hexpharm Jaya Laboratories harus mengimpor bahan baku 65% sampai 70% dari China.

Baca Juga: Emiten-emiten ini punya kas tinggi, begini rekomendasi sahamnya

Salah satu yang bisa mempercepat terciptanya kemandirian bahan baku obat yakni penelitian. Makanya, kata dia, bekerjasama dengan sejumlah peneliti juga menjadi penting dilakukan.

"Biar cepat harus berkolaborasi dengan peneliti, entah itu dalam negeri atau luar negeri untuk menciptakan bahan baku yang memang bisa diproduksi secara lokal," terangnya dalam acara Kompas 100 CEO Forum, Rabu (10/11).

Tak hanya menggenjot dari sisi sumbernya, Vidjong juga menambahkan kesiapan teknologi juga bisa membantu percepatan dalam melakukan inovasi produk-produk bahan baku. Menurutnya, hal ini tentunya perlu kerjasama dengan beberapa pihak agar bisa lebih cepat terwujud.

Selain itu, Vidjong bilang Kalbe Farma siap untuk menjalin kerjasama dengan Bio Farma untuk pengadaan vaksin.

Guna memenuhi permintaan di tengah pandemi, KLBF pterus mendongkrak kapasitas produksi. Tahun depan, KLBF juga berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi. 

Tak hanya itu, emiten farmasi ini tengah melakukan pengembangan digital kesehatan melalui KlikDokter, termasuk digital dalam distribusi dan logistik.

"Kami juga mengembangkan pemasaran produk baru, rencana akuisisi juga kami jajaki untuk pertumbuhan lebih tinggi tahun-tahun ke depan," ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Selanjutnya: Mencari peluang cuan dari saham-saham growth stock, mana yang menarik?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi