KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) optimistis penjualan kendaraan pada semester II-2026 akan membaik seiring mulai pulihnya pasar otomotif nasional. Momentum tersebut diharapkan semakin terdongkrak melalui penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dan peluncuran sejumlah produk baru. Sales Operation Director Wuling Motors Edison mengatakan, GIIAS diharapkan tidak hanya mendongkrak penjualan Wuling, tetapi juga mampu menggerakkan pertumbuhan industri otomotif secara keseluruhan. "Harapan yang pertama tentu GIIAS ini bisa membawa pertumbuhan industri otomotif secara keseluruhan. Jadi bukan hanya Wuling, tetapi seluruh industri otomotif karena semua
brand menghadirkan produk terbaiknya di GIIAS," ujar Edison di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (29/7/2026).
Baca Juga: Toyota Optimis Ekspor 300.000 Unit,Produksi Lokal bZ4XTouring Tunggu Permintaan Pasar Dari sisi penjualan, Wuling tidak menetapkan target angka secara spesifik selama pameran. Namun, perusahaan berharap dapat melampaui pencapaian tahun lalu yang mencatatkan penjualan lebih dari 2.000 unit. "Kita tidak ada angka spesifik. Tahun lalu penjualannya lebih dari 2.000 unit. Harapannya tahun ini bisa lebih baik daripada itu," katanya. Menurut Edison, optimisme tersebut ditopang oleh peluncuran Air ev Lite yang menyasar segmen kendaraan listrik perkotaan, serta lini kendaraan keluarga seperti Confero di segmen MPV dan Almaz di segmen SUV. "Kami membawa produk baru yaitu Air ev Lite. Harapannya bisa diterima dengan baik di pasar. Selain itu Confero dan Almaz juga memiliki banyak peminat, sehingga pengunjung yang belum mencoba bisa merasakan langsung seluruh lini produk Wuling di GIIAS," ujarnya. Air ev Lite dipasarkan dengan harga Rp 188,9 juta untuk varian Standard Range dan Rp 238,5 juta untuk varian Long Range. Wuling juga melihat prospek pasar otomotif pada semester II lebih positif dibanding tahun sebelumnya. Hingga semester I-2026, penjualan Wuling secara nasional telah melampaui 8.000 unit. "Sudah lebih dari 8.000 unit. Kami lihat market industri secara keseluruhan juga sebenarnya ada perbaikan dibandingkan tahun lalu," kata Edison.
Baca Juga: Suzuki Targetkan 2.200 SPK di GIIAS 2026, Andalkan XL7 Baru untuk Dongkrak Penjualan Di sisi kendaraan listrik, Wuling mencatat tren pertumbuhan yang terus berlanjut. Menurut Edison, pangsa pasar kendaraan listrik nasional kini telah mencapai sekitar 16%, sementara kontribusi kendaraan listrik terhadap penjualan Wuling juga meningkat dibandingkan tahun lalu. "Untuk EV sendiri
market share-nya tumbuh, sekarang sekitar 16%. Di Wuling juga sama, dibandingkan tahun lalu sudah ada peningkatan sekitar 10%-an. Dominasi mobil listrik memang semakin tinggi tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya. Meski demikian, Wuling mengakui kejelasan kebijakan insentif kendaraan listrik masih menjadi perhatian sebagian konsumen. Edison mengatakan masih ada calon pembeli yang menunggu kepastian terkait skema insentif, termasuk rencana pemberian keringanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
"Tentu ada konsumen yang masih menanyakan hal tersebut. Namun kendaraan listrik tetap memiliki
value tersendiri sesuai kebutuhan konsumen. Kami melihat peminat tetap ada, hanya saja dengan adanya insentif tentu pertumbuhannya bisa lebih cepat," katanya. Wuling menyatakan menghormati setiap kebijakan yang akan ditetapkan pemerintah dan akan menyesuaikan diri dengan regulasi yang berlaku. "Harapannya, adanya insentif dapat membantu percepatan elektrifikasi. Kalau ada keringanan komponen pajak, tentu akan sangat membantu masyarakat untuk memiliki kendaraan baru yang lebih efisien dan
value for money," pungkas Edison. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News