KONTAN.CO.ID - BEIJING. Presiden China Xi Jinping mendorong China dan Korea Utara mempercepat implementasi berbagai kesepakatan kerja sama yang telah dicapai bersama pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Langkah ini dilakukan di tengah situasi geopolitik global yang dinilai semakin bergejolak. Seruan tersebut disampaikan Xi saat menerima Perdana Menteri Korea Utara Pak Thae Song di Beijing, Jumat (10/7/2026). Pak melakukan kunjungan selama tiga hari untuk menghadiri peringatan 65 tahun Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik antara kedua negara.
Baca Juga: Korsel dan Brasil Sepakat Memperluas Kerja Sama di Bidang Mineral Utama & Perdagangan Xi menegaskan China dan Korea Utara perlu menjaga keteguhan strategis serta memperkuat kepercayaan satu sama lain agar hubungan bilateral terus berkembang. "Kedua negara harus menjaga keteguhan strategis, memperkuat kepercayaan diri, serta mempercepat pelaksanaan kesepakatan yang telah dicapai agar hubungan kedua negara terus mengikuti perkembangan zaman," ujar Xi, seperti dikutip media pemerintah China, CCTV. Selain itu, Xi menekankan pentingnya kedua negara menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan masing-masing di tengah dinamika internasional yang terus berubah. Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari kunjungan Xi ke Pyongyang pada bulan lalu, yang merupakan kunjungan pertamanya ke Korea Utara dalam tujuh tahun terakhir. Dalam pertemuan dengan Kim Jong Un, kedua pemimpin sepakat memperluas kolaborasi di bidang politik, ekonomi, dan kebudayaan.
Baca Juga: Prabowo dan PM India Narendra Modi Sepakati 16 Kerja Sama Strategis, Ini Daftarnya Hubungan Beijing dan Pyongyang memang terus menunjukkan tren membaik sejak akhir 2025. Kedua negara meningkatkan intensitas komunikasi diplomatik serta kembali membuka layanan kereta penumpang dan penerbangan langsung yang sempat terhenti selama pandemi Covid-19. Peringatan 65 tahun perjanjian persahabatan juga menjadi simbol eratnya hubungan kedua negara. Perjanjian yang ditandatangani pada 11 Juli 1961 itu hingga kini masih menjadi satu-satunya pakta pertahanan bersama yang masih aktif dimiliki China. Beijing juga terus berupaya memperkuat kembali hubungan dengan Pyongyang setelah pandemi membatasi interaksi kedua negara. Upaya tersebut dilakukan di tengah semakin eratnya hubungan Korea Utara dengan Rusia, termasuk melalui dukungan militer dan persenjataan kepada Moskow dalam perang di Ukraina.
Meski demikian, sejumlah analis menilai ruang penguatan hubungan China dan Korea Utara tetap memiliki batas, mengingat Pyongyang telah memperoleh dukungan ekonomi yang signifikan dari Rusia dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Xi Jinping dan Kim Jong Un Sepakat Perkuat Kerja Sama Politik, Ekonomi, dan Budaya Pak Thae Song sendiri menjabat sebagai Perdana Menteri Korea Utara sejak Desember 2024. Tokoh yang dikenal sebagai bagian dari lingkaran dekat Kim Jong Un itu telah lama berkarier di Partai Buruh Korea dan menangani berbagai bidang, mulai dari propaganda hingga kebijakan industri, sains, dan pendidikan. Ia juga tercatat hanya beberapa kali melakukan kunjungan luar negeri, terutama ke China dan Rusia.