Xi Jinping Ajak Donald Trump Nakhodai 'Kapal Raksasa' Hubungan China-AS



KONTAN.CO.ID - BEIJING. Dunia tengah menahan napas menyaksikan pertemuan puncak (summit) bersejarah di Beijing antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 14 Mei 2026. 

Pertemuan ini disebut-sebut sebagai titik balik krusial untuk menentukan arah ekonomi dan stabilitas global di tengah transformasi dunia yang kian dinamis.

Dalam pembukaannya, Presiden China Xi Jinping menekankan bahwa dunia kini berada di persimpangan jalan baru. 

Trump Datang ke Beijing Bersama Bos Teknologi, China dan AS Mau Damai?
© 2026 Konten oleh Kontan

Ia melontarkan pertanyaan retoris mengenai kemampuan kedua negara besar tersebut untuk mengatasi "Perangkap Thucydides"—sebuah kondisi di mana kekuatan lama merasa terancam oleh kekuatan baru yang memicu konflik global.

"Dunia menyaksikan pertemuan kita. Pertanyaannya, dapatkah China dan Amerika Serikat membangun paradigma baru hubungan negara besar? Bisakah kita bersama menghadapi tantangan global dan memberikan stabilitas bagi dunia?" ujar Xi Jinping di hadapan Trump dan delegasinya, Kamis (14/5), seperti dikutip dari Youtube The White House.

Baca Juga: Donald Trump Dikabarkan Tunda Kunjungan ke China, Ini Kata Kemenlu China

Xi juga secara khusus memberikan ucapan selamat atas peringatan HUT ke-250 Kemerdekaan Amerika Serikat. Ia menegaskan keyakinannya bahwa China dan AS memiliki lebih banyak kepentingan bersama daripada perbedaan. 

"China dan Amerika Serikat sama-sama diuntungkan oleh kerja sama, dan akan menderita akibat konfrontasi. Kita harus menjadi mitra, bukan rival," tegasnya. 

Xi mengajak Trump untuk bersama-sama "menakhodai kapal raksasa" hubungan bilateral menuju babak baru yang historis di tahun 2026.

Tonton: Donald Trump Temui Xi Jinping, Bos Teknologi AS Ikut Mendampingi Berunding

Diplomasi Transaksional dan Kehadiran CEO Papan Atas.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Donald Trump mengungkapkan apresiasinya atas sambutan mewah di Beijing, yang merupakan kunjungan pertamanya kembali ke China setelah sembilan tahun (sejak 2017). 

Trump secara terbuka memuji kepemimpinan Xi Jinping dan menekankan kedekatan hubungan personal mereka sebagai modal utama penyelesaian masalah.

"Kita telah memiliki hubungan yang fantastis. Setiap kali ada kesulitan atau masalah, kita menyelesaikannya dengan cepat melalui telepon. Orang-orang tidak tahu betapa cepatnya kita bekerja," kata Trump dengan gaya khasnya.

Menariknya, Trump membawa delegasi bisnis yang sangat masif, terdiri dari 30 CEO perusahaan top dunia. 

Baca Juga: Setelah Tertunda, Donald Trump Akan Bertemu Xi Jinping di Beijing pada Mei 2026

Ia menegaskan bahwa kehadirannya di Beijing adalah untuk memperkuat perdagangan yang bersifat timbal balik (resiprokal).

"Saya tidak membawa orang nomor dua atau tiga di perusahaan. Saya hanya membawa yang terbaik, para pemimpin puncak dunia. Mereka ada di sini untuk menghormati Anda dan China, serta siap melakukan bisnis yang saling menguntungkan," tutur Trump.

Pertemuan yang disebut-sebut sebagai salah satu KTT (Summit) terbesar dalam sejarah ini diharapkan mampu meredam ketegangan geopolitik dan membuka keran investasi baru di tengah gejolak global. 

Trump menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa hubungan antara China dan AS akan menjadi "lebih baik dari sebelumnya."

Tonton: Indomobil Gelar Line Up Mobil Listriknya di Senayan City