KONTAN.CO.ID - BEIJING – Presiden China Xi Jinping memberikan kejutan dalam pidato Tahun Baru 2026 dengan memamerkan sederet pencapaian teknologi yang terlihat seperti fiksi ilmiah. Dalam pidatonya, Presiden Xi mengonfirmasi bahwa ekonomi China kini telah mencapai angka fantastis RMB 140 triliun atau setara Rp307.000 triliun dengan kurs Rp 2.166,67 per Yuan. Jika diitung menggunakan dollar Amerika Serikat, ini berarti setara US$ 20 triliun, atau masih jauh di bawah jika dibandingkan dengan ekonomi AS yang saat ini di kisaran US$ 30,3 triliun.
Prabowo Tegas: Jangan Tolak Bantuan Bencana! Ini Pesan Penting Presiden untuk Indonesia
© 2026 Konten oleh Kontan
Penyatuan China dan Taiwan
Presiden Xi Jinping juga menyapaikan pesan keras kepada dunia internasional dalam pidato menyambut tahun 2026. Xi secara spesifik menekankan bahwa reunifikasi China dengan Taiwan adalah tren waktu yang tidak mungkin bisa dibendung oleh kekuatan mana pun. Pernyataan ini diperkuat dengan fakta sejarah baru yang dibangun Beijing pada 2025, yakni penetapan "Hari Pemulihan Taiwan" (Taiwan Recovery Day). Xi menegaskan bahwa hubungan darah antara kedua sisi selat tidak bisa dipisahkan. Selain isu Taiwan, Xi juga mengumumkan keberhasilan pembangunan proyek hidroelektrik raksasa di hilir Sungai Yarlung Zangbo—sebuah proyek strategis di wilayah perbatasan yang selama ini menjadi perhatian dunia internasional karena dampaknya terhadap pasokan air di Asia Selatan. Baca Juga: Omzet Sampoerna Retail Community (SRC) Tembus Rp 236 Triliun per Tahun Di tengah tantangan ekonomi global, Presiden Xi Jinping mengklaim China berhasil menutup Rencana Lima Tahun ke-14 dengan hasil gemilang. Salah satu poin yang diprediksi akan viral di media sosial adalah pengumuman mengenai subsidi langsung bagi keluarga.China Sampaikan Arah Kebijakan 2026, Penyatuan Taiwan Hingga Subsidi Pengasuh Anak
© 2026 Konten oleh Kontan