Xi Jinping Janjikan Era Kemakmuran: Ekonomi China Tembus Rp300 Ribu Triliun



KONTAN.CO.ID - BEIJING – Presiden China Xi Jinping memberikan kejutan dalam pidato Tahun Baru 2026 dengan memamerkan sederet pencapaian teknologi yang terlihat seperti fiksi ilmiah. 

Dalam pidatonya, Presiden Xi mengonfirmasi bahwa ekonomi China kini telah mencapai angka fantastis RMB 140 triliun atau setara Rp307.000 triliun dengan kurs Rp 2.166,67 per Yuan.

Jika diitung menggunakan dollar Amerika Serikat, ini berarti setara US$ 20 triliun, atau masih jauh di bawah jika dibandingkan dengan ekonomi AS yang saat ini di kisaran US$ 30,3 triliun.


Namun, yang mencuri perhatian netizen adalah pamer kekuatan "New Quality Productive Forces". 

Baca Juga: Investasi di KEK Tembus Rp 314 Triliun, Serap 237 Ribu Pekerja

Xi menyoroti operasional resmi kapal induk pertama China dengan sistem katapult elektromagnetik yang setara dengan teknologi tercanggih Amerika Serikat. 

Tak hanya itu, Xi menyebutkan bahwa robot humanoid yang mampu melakukan tendangan Kung Fu dan armada drone kini telah menjadi bagian dari kehidupan industri China.

"Inovasi telah menambah dimensi warna-warni dalam hidup kita," ujar Xi, menegaskan posisi China sebagai pemimpin baru dalam perlombaan AI dan chip global.

Prabowo Tegas: Jangan Tolak Bantuan Bencana! Ini Pesan Penting Presiden untuk Indonesia
© 2026 Konten oleh Kontan

Penyatuan China dan Taiwan 

Presiden Xi Jinping juga menyapaikan pesan keras kepada dunia internasional dalam pidato menyambut tahun 2026. 

Xi secara spesifik menekankan bahwa reunifikasi China dengan Taiwan adalah tren waktu yang tidak mungkin bisa dibendung oleh kekuatan mana pun.

Pernyataan ini diperkuat dengan fakta sejarah baru yang dibangun Beijing pada 2025, yakni penetapan "Hari Pemulihan Taiwan" (Taiwan Recovery Day). Xi menegaskan bahwa hubungan darah antara kedua sisi selat tidak bisa dipisahkan.

Selain isu Taiwan, Xi juga mengumumkan keberhasilan pembangunan proyek hidroelektrik raksasa di hilir Sungai Yarlung Zangbo—sebuah proyek strategis di wilayah perbatasan yang selama ini menjadi perhatian dunia internasional karena dampaknya terhadap pasokan air di Asia Selatan.

Baca Juga: Omzet Sampoerna Retail Community (SRC) Tembus Rp 236 Triliun per Tahun

Di tengah tantangan ekonomi global, Presiden Xi Jinping mengklaim China berhasil menutup Rencana Lima Tahun ke-14 dengan hasil gemilang. Salah satu poin yang diprediksi akan viral di media sosial adalah pengumuman mengenai subsidi langsung bagi keluarga.

Xi menyebutkan bahwa setiap keluarga dengan kebutuhan pengasuhan anak di China kini menerima subsidi sebesar RMB 300 (sekitar Rp650.000) per bulan. 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi krisis demografi dan meningkatkan kebahagiaan warga.

"Tidak ada masalah rakyat yang terlalu kecil bagi kami," tegas Xi. 

Ia menggambarkan persatuan etnis di Xinjiang dan Tibet kini "erat seperti biji buah delima," sembari menjanjikan era kemakmuran bersama (Common Prosperity) pada rencana ekonomi lima tahun berikutnya yang dimulai tahun 2026 ini. Baca Juga: Badan Gizi Nasional Lapor Anggaran Tembus Rp 268 Triliun di 2026, Begini Rinciannya

China Sampaikan Arah Kebijakan 2026, Penyatuan Taiwan Hingga Subsidi Pengasuh Anak
© 2026 Konten oleh Kontan