Xi Jinping Titahkan Kepala Keamanan Nasional Persiapkan Skenario Terburuk, Ada Apa?



KONTAN.CO.ID - Pemimpin China Xi Jinping telah meminta para pejabat tinggi keamanan nasionalnya untuk memikirkan skenario terburuk dan bersiap menghadapi "lautan badai", karena Partai Komunis meningkatkan upaya untuk melawan setiap ancaman internal dan eksternal yang dirasakan.

“Kompleksitas dan kesulitan masalah keamanan nasional yang kita hadapi sekarang telah meningkat secara signifikan,” kata Xi pada pertemuan Komisi Keamanan Nasional partai, Selasa, lapor kantor berita Xinhua seperti yang dilansir CNN.

Dia menambahkan, “Kita harus mematuhi pemikiran garis bawah dan pemikiran skenario terburuk, dan bersiap untuk menjalani ujian besar dari angin kencang dan gelombang besar, dan bahkan lautan badai yang berbahaya.” 


Instruksi tegas terbaru dari Xi datang saat Beijing menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari ekonomi yang sedang menghadapi guncangan hingga apa yang dilihatnya sebagai lingkungan internasional yang semakin bermusuhan.

Menghadapi apa yang disebutnya sebagai situasi "kompleks dan serius", Xi mengatakan China harus mempercepat modernisasi sistem dan kemampuan keamanan nasionalnya, dengan fokus untuk membuatnya lebih efektif dalam pertempuran aktual dan penggunaan praktis.

Baca Juga: China Berencana Bangun Klaster Industri Kelas Dunia Jing-Jin-Ji, Apa Itu?

Mengutip Reuters, Xi juga mengatakan China harus mendorong pembangunan pemantauan risiko keamanan nasional dan sistem peringatan dini.

Xi, yang membuat pernyataan tersebut dalam pertemuan komisi keamanan nasional dengan para pemimpin tertinggi di negara itu, mengatakan kompleksitas masalah keamanan nasional yang dihadapi China telah meningkat secara signifikan.

China telah memperketat langkah-langkah keamanan nasional dan lebih mengawasi teknologi yang baru lahir seperti layanan kecerdasan buatan generatif.

Xi mengatakan negara perlu meningkatkan tingkat tata kelola keamanan kecerdasan buatan data jaringan.

Dia juga menyerukan China untuk mendorong pembangunan pemantauan risiko keamanan nasional dan sistem peringatan dini, meningkatkan pendidikan keamanan nasional dan meningkatkan pengelolaan data dan keamanan kecerdasan buatan.

Baca Juga: China Ingin Memperkuat Hubungan dengan Negara di Halaman Belakang Rusia

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie