XL Axiata (EXCL) punya prospek kinerja apik tahun ini, begini rekomendasi analis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT XL Axiata Tbk (EXCL) diproyeksikan masih akan membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada tahun ini, usai gagal pada lelang spektrum 2,3 GHz.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Setya Ardiastama menuturkan usai gagal pada lelang tersebut, pihaknya melihat manajemen tidak akan mengubah strategi perusahaan dalam jangka waktu pendek maupun menengah. Menurutnya, dalam jangka waktu menengah EXCL akan fokus melanjutkan komitmennya untuk membangun jaringan data hingga ke pelosok negeri.

"Tentu ini dapat menjadi kekuatan EXCL pada tahun-tahun mendatang," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (23/4).


Untuk tahun ini, pihaknya melihat kinerja XL Axiata dapat lebih baik dibandingkan pada kinerja tahun lalu. Hal itu berangkat dari penjualan aset menara yang terjadi pada kuartal I tahun ini yang diproyeksikan dapat memberikan kontribusi pada kenaikan pendapatan.

 
EXCL Chart by TradingView

Dengan begitu, Pilarmas Investindo memproyeksikan EXCL akan mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 8%. Sedangkan laba bersih diproyeksikan tumbuh 12%.

Baca Juga: Ini upaya XL Axiata (EXCL) setelah gagal tender untuk spektrum 2,3 GHz

Senada, analis NH Korindo Sekuritas Restu Pamungkas juga menilai usai gagal memenangi lelang spektrum 2,3 GHz, EXCL dinilai masih banyak strategi seperti melanjutkan ekspansi jaringan 4G-nya. Selain itu, bisa mengeluarkan inovasi-inovasi baru terkait digitalisasi layanan agar pelanggan bisa tumbuh.

Oleh sebab itu, Restu menilai bisnis XL Axiata tahun ini masih terus baik, terlihat dari trafik data selalu meningkat. Ditambah lagi, kebijakan larangan mudik Lebaran juga diprediksi akan meningkatkan trafik data EXCL. 

"Itu akan membawa berkah tersendiri untuk operator telekomunikasi, khususnya EXCL, karena masyarakat lebih banyak mengakses kegiatan di rumah seperti zoom bersama keluarga," tuturnya.

Restu memproyeksikan EXCL akan membukukan pendapatan sebesar Rp 27 triliun. Sedangkan dari laba bersih akan mencatatkan sebesar Rp 782 miliar.

Kedua analis ini merekomendasikan beli saham EXCL. NH Korindo merekomendasikan di target harga Rp 3.150 mengimplikasikan EV/EBITDA yang masih murah di level 3,8x. 

Sementara, Pilarmas Investindo merekomendasikan di target harga Rp 2.370.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (23/4) saham EXCL ditutup melemah 0,97 ke level Rp 2.040.

Selanjutnya: Selain perlambatan ekonomi, ini sejumlah sentimen lain yang bisa menekan IHSG

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi