KONTAN.CO.ID - Jakarta, 10 Juni 2026 Yandex, perusahaan teknologi global, memperkenalkan solusi AI baru yang dirancang khusus untuk industri telekomunikasi di Indonesia guna mendukung percepatan transformasi digital. Solusi ini diharapkan mampu mendorong operator telekomunikasi agar bisa lebih cepat dalam menghadirkan produk berbasis tekonologi AI untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan kebutuhan digital yang terus berevolusi dan semakin kompleks, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis bagi pelaku industri secepat mungkin. Berdasarkan survei terkini terkait kecerdasan buatan dari Kumparan, 97 persen responden mengakui bahwa AI telah memiliki peran dalam kehidupan sehari-harinya. Temuan survei menunjukkan bahwa responden menggunakan AI untuk pencarian informasi (80 persen), komunikasi dan terjemahan (70 persen), membantu pekerjaan/ tugas (68 persen), hiburan dan kreativitas (60 persen), navigasi dan perjalanan (49 persen) serta belanja dan rekomendasi (39 persen). Lebih jauh, survei juga menunjukkan bahwa solusi AI yang paling banyak adalah Chatbot AI generatif (83 persen) Seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumen akan layanan berbasis AI, pelaku industri telekomunikasi yang sudah besar semakin mengambil peran aktir dalam adopsi AI. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan bahwa tingkat adopsi AI di Indonesia telah mencapai 92 persen dan menegaskan AI sebagai salah satu pilar produktivitas nasional. Karena itu, perusahaan dengan interaksi konsumen tingkat tinggi dan pengetahuan mendalam tentang sentimen pasar akan mampu menggunakan kapabilitas teknologi AI untuk menghasilkan produk yang lebih bisa memenuhi kebutuhan dan preferensi konsumen di Indonesia. Sehingga bisa memberikan alternatif layanan AI yang lebih personal dibanding layanan AI global yang lebih one-size-fits-all atau dirancang untuk memenuhi kebutuhan semua orang.
Yandex Dukung Operator Telekomunikasi Bangun Produk Skala Nasional
KONTAN.CO.ID - Jakarta, 10 Juni 2026 Yandex, perusahaan teknologi global, memperkenalkan solusi AI baru yang dirancang khusus untuk industri telekomunikasi di Indonesia guna mendukung percepatan transformasi digital. Solusi ini diharapkan mampu mendorong operator telekomunikasi agar bisa lebih cepat dalam menghadirkan produk berbasis tekonologi AI untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan kebutuhan digital yang terus berevolusi dan semakin kompleks, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis bagi pelaku industri secepat mungkin. Berdasarkan survei terkini terkait kecerdasan buatan dari Kumparan, 97 persen responden mengakui bahwa AI telah memiliki peran dalam kehidupan sehari-harinya. Temuan survei menunjukkan bahwa responden menggunakan AI untuk pencarian informasi (80 persen), komunikasi dan terjemahan (70 persen), membantu pekerjaan/ tugas (68 persen), hiburan dan kreativitas (60 persen), navigasi dan perjalanan (49 persen) serta belanja dan rekomendasi (39 persen). Lebih jauh, survei juga menunjukkan bahwa solusi AI yang paling banyak adalah Chatbot AI generatif (83 persen) Seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumen akan layanan berbasis AI, pelaku industri telekomunikasi yang sudah besar semakin mengambil peran aktir dalam adopsi AI. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan bahwa tingkat adopsi AI di Indonesia telah mencapai 92 persen dan menegaskan AI sebagai salah satu pilar produktivitas nasional. Karena itu, perusahaan dengan interaksi konsumen tingkat tinggi dan pengetahuan mendalam tentang sentimen pasar akan mampu menggunakan kapabilitas teknologi AI untuk menghasilkan produk yang lebih bisa memenuhi kebutuhan dan preferensi konsumen di Indonesia. Sehingga bisa memberikan alternatif layanan AI yang lebih personal dibanding layanan AI global yang lebih one-size-fits-all atau dirancang untuk memenuhi kebutuhan semua orang.