Yellow Stone Asset Management Perluas Jaringan Bisnis Indonesia-Singapura



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yellow Stone Asset Management Pte Ltd memperluas jaringan bisnis di Indonesia untuk menjajaki peluang kemitraan komersial antara perusahaan Indonesia dan Singapura.

Langkah ini dilakukan melalui pengembangan jaringan calon klien, mitra strategis, dan pelaku usaha lokal.

Direktur Yellow Stone Asset Management Pte Ltd Xu Zhentao mengatakan, Indonesia menawarkan skala pasar dan peluang pertumbuhan yang besar, sementara Singapura memiliki ekosistem bisnis serta konektivitas internasional yang kuat.


Baca Juga: Jamkrindo Perkuat Bisnis Penjaminan, Kaji Penataan Portofolio

Perbedaan tersebut dinilai membuka peluang kolaborasi bagi perusahaan dari kedua negara.

“Indonesia dan Singapura memiliki kekuatan yang saling melengkapi. Indonesia menawarkan skala pasar dan peluang pertumbuhan yang besar, sementara Singapura memiliki ekosistem bisnis yang kuat serta konektivitas internasional yang luas. Peluang terbaik hadir ketika kedua kekuatan tersebut dipertemukan,” ujar Xu dalam keterangannya, Selasa (28/10/2026).

Menurut Xu, kerja sama lintas negara tidak cukup hanya dengan mempertemukan dua perusahaan.

Pelaku usaha perlu memahami karakteristik pasar, menilai kesesuaian calon mitra, serta mengidentifikasi peluang kolaborasi yang berpotensi berkembang menjadi hubungan komersial jangka panjang.

Baca Juga: Jamkrindo Perkuat Bisnis Penjaminan, Kaji Penataan Portofolio

Untuk itu, perusahaan mengembangkan pendekatan business advisory dengan memahami kebutuhan dan tujuan calon klien maupun mitra sebelum menghubungkan mereka dengan jaringan bisnis yang relevan.

Dalam ekspansinya di Indonesia, Yellow Stone Asset Management menyasar perusahaan lokal, calon klien, mitra strategis, penyedia layanan profesional, serta jaringan bisnis lainnya.

Penjajakan kerja sama akan mempertimbangkan kesesuaian model bisnis, pengalaman industri, kapabilitas pasar, dan potensi kemitraan berkelanjutan.

Xu mengatakan, peluang kolaborasi yang dijajaki mencakup penjajakan mitra bisnis atau business matching, pengembangan kemitraan strategis, akses ke pasar baru, hingga proyek lintas negara.

Melalui jaringan tersebut, perusahaan juga berupaya membantu perusahaan Singapura memahami pasar Indonesia sekaligus membuka akses bagi perusahaan Indonesia ke jaringan bisnis regional dan internasional.

“Hal terpenting adalah memahami kebutuhan kedua belah pihak dan melihat apakah terdapat potensi nyata untuk membangun sesuatu bersama. Perkenalan bisnis hanyalah langkah awal. Nilai sesungguhnya muncul ketika hubungan tersebut berkembang menjadi kemitraan komersial jangka panjang,” kata Xu.

Baca Juga: Bank Mandiri (BMRI) Kucurkan Kredit ke Jhonlin Rp 40 Triliun, Ini Analisa Risikonya

Perusahaan menilai pengembangan jaringan kemitraan menjadi bagian penting dari strategi ekspansi di Indonesia. Namun, keberhasilan inisiatif tersebut tidak hanya diukur dari jumlah pertemuan atau perkenalan bisnis, melainkan juga dari peluang kerja sama yang dapat direalisasikan.

“Kami percaya masih banyak peluang di Asia Tenggara yang belum sepenuhnya saling terhubung. Kami ingin menjadi bagian dari proses tersebut dengan membantu perusahaan membangun hubungan bisnis yang lebih kuat dan lebih bermakna lintas negara,” ujar Xu.

Meski demikian, Yellow Stone Asset Management belum merinci target kemitraan, nilai investasi, maupun proyek konkret yang akan dikembangkan dari ekspansi jaringan bisnis tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: