Yen Jadi Sorotan Pasar Asia Jelang Keputusan BoJ, Ini Proyeksi Pergerakan USD/JPY



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yen Jepang menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (17/9/2026), tetapi masih melemah dalam sepekan. Pergerakan yen menjadi perhatian pasar menjelang keputusan suku bunga Bank of Japan (BoJ) pada Jumat (18/9/2026).

Mengacu data Trading Economics, indeks dolar AS (DXY) berada di level 100,177. Sementara itu, USD/JPY berada di level 155,697 atau menguat 0,36% secara harian.

Namun, dalam sepekan USD/JPY masih melemah 0,75%, yang berarti yen masih melemah terhadap dolar AS dalam periode tersebut.


Baca Juga: Akibat Kondisi Force Majeure, Moody’s Pangkas Outlook BYAN Menjadi Negatif

Research and Development ICDX, Muhammad Amru Syifa mengatakan, yen menjadi salah satu mata uang yang perlu dicermati setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%.

“JPY menjadi salah satu mata uang Asia yang penting dicermati karena merupakan satu-satunya mata uang Asia dalam komposisi DXY. Pergerakannya semakin menjadi perhatian menjelang keputusan BoJ pada Jumat,” kata Amru kepada Kontan, Kamis (17/9/2026).

BoJ diperkirakan menaikkan suku bunga ke level 1,25% pada Jumat (18/9/2026). Namun, pergerakan yen selanjutnya akan lebih banyak ditentukan oleh sinyal Gubernur BoJ Kazuo Ueda mengenai arah kebijakan setelah kenaikan tersebut.

“JPY menjadi mata uang yang paling menarik untuk dicermati dalam jangka pendek, terutama karena keputusan BoJ pada Jumat menjadi katalis langsung,” ujar Amru.

Jika BoJ memberikan sinyal bahwa normalisasi kebijakan masih berlanjut, yen berpeluang menguat. Sebaliknya, jika kenaikan suku bunga sudah sepenuhnya diperhitungkan pasar dan komunikasi BoJ cenderung hati-hati, penguatan yen berpotensi lebih terbatas.

Selain kebijakan suku bunga, pemerintah Jepang juga kembali menyoroti pergerakan yen yang berlebihan.

“Kenaikan suku bunga BoJ sudah cukup diperhitungkan pasar, sehingga respons yen akan sangat bergantung pada seberapa hawkish pesan BoJ setelah keputusan tersebut,” jelas Amru.

Untuk USD/JPY hingga akhir 2026, proyeksi sejumlah lembaga keuangan berada di kisaran 150-156. Kisaran tersebut akan bergantung pada keseimbangan kebijakan BoJ dan The Fed.

Baca Juga: Prima Globalindo Logistik (PPGL) Siapkan 514 Juta Saham Bonus, Tetapkan Rasio 6:4

Jika BoJ lebih hawkish, ruang penguatan yen semakin terbuka, sementara kebijakan The Fed yang tetap ketat dapat menjaga USD/JPY pada level yang lebih tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News