KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Yen Jepang bangkit dari posisi terendah dalam 18 bulan terhadap dolar AS pada Rabu (14/1/2026), setelah para pejabat Jepang kembali memperingatkan kemungkinan intervensi untuk menopang mata uang tersebut. Sementara itu, dolar AS melemah tipis terhadap euro di tengah evaluasi pelaku pasar terhadap arah kebijakan Federal Reserve (The Fed). Sebelumnya, yen tertekan akibat kekhawatiran pelonggaran kebijakan fiskal dan moneter Jepang, seiring meningkatnya spekulasi bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi akan menggelar pemilihan umum lebih awal. Langkah tersebut berpotensi menunda persetujuan parlemen atas rancangan undang-undang yang memberi kewenangan kepada pemerintah untuk menerbitkan obligasi penutup defisit. “Rencana Takaichi memanfaatkan tingkat popularitas pribadinya yang sangat tinggi dengan menggelar pemilu cepat diterjemahkan pasar sebagai meningkatnya taruhan pada reflasi ekonomi Jepang, belanja pemerintah yang lebih besar, dan imbal hasil yang lebih tinggi,” kata Kepala Strategi Pasar Corpay di Toronto, Karl Schamotta. “Semua itu memberi tekanan ke bawah pada yen, meski sebagian tertahan oleh ancaman intervensi dari otoritas.”
Yen Jepang Menguat dari Level Terendah 18 Bulan, Dolar AS Melemah terhadap Euro
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Yen Jepang bangkit dari posisi terendah dalam 18 bulan terhadap dolar AS pada Rabu (14/1/2026), setelah para pejabat Jepang kembali memperingatkan kemungkinan intervensi untuk menopang mata uang tersebut. Sementara itu, dolar AS melemah tipis terhadap euro di tengah evaluasi pelaku pasar terhadap arah kebijakan Federal Reserve (The Fed). Sebelumnya, yen tertekan akibat kekhawatiran pelonggaran kebijakan fiskal dan moneter Jepang, seiring meningkatnya spekulasi bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi akan menggelar pemilihan umum lebih awal. Langkah tersebut berpotensi menunda persetujuan parlemen atas rancangan undang-undang yang memberi kewenangan kepada pemerintah untuk menerbitkan obligasi penutup defisit. “Rencana Takaichi memanfaatkan tingkat popularitas pribadinya yang sangat tinggi dengan menggelar pemilu cepat diterjemahkan pasar sebagai meningkatnya taruhan pada reflasi ekonomi Jepang, belanja pemerintah yang lebih besar, dan imbal hasil yang lebih tinggi,” kata Kepala Strategi Pasar Corpay di Toronto, Karl Schamotta. “Semua itu memberi tekanan ke bawah pada yen, meski sebagian tertahan oleh ancaman intervensi dari otoritas.”