Yen Jepang Menguat Senin (26/1), Pasar Waspadai Potensi Intervensi



KONTAN.CO.ID - Nilai tukar yen menguat dan menekan dolar AS secara luas pada awal perdagangan Senin (26/1/2026), seiring pasar mewaspadai kemungkinan intervensi di pasar valuta asing serta investor mengurangi posisi dolar menjelang rapat kebijakan Federal Reserve dan potensi pengumuman ketua The Fed yang baru.

Melansir Reuters, Yen menguat hampir 1% ke level tertinggi dalam dua bulan di 154,22 per dolar AS.

Sementara itu, euro menyentuh level tertinggi dalam empat bulan di US$1,1875, sebelum terakhir diperdagangkan di US$1,1858.


Baca Juga: Harga Emas Tembus US$5.000 Senin (26/1), Cetak Rekor di Tengah Perburuan Aset Aman

Aktivitas perdagangan relatif tipis akibat hari libur di Auckland dan Australia, sehingga perhatian pasar tertuju pada pembukaan perdagangan Tokyo sekitar tengah malam GMT.

Penguatan yen terjadi setelah Perdana Menteri Jepang pada Minggu mengatakan pemerintahnya akan mengambil “langkah-langkah yang diperlukan” untuk menghadapi pergerakan pasar yang bersifat spekulatif.

Yen mencatat kenaikan harian terbesar terhadap dolar dalam hampir enam bulan pada Jumat, dengan lonjakan terjadi pada perdagangan Asia larut malam dan kembali menguat pada sesi New York.

Sumber Reuters menyebutkan Federal Reserve Bank of New York sempat mengecek pergerakan kurs dolar/yen kepada para dealer, yang kerap dipandang sebagai sinyal awal menuju intervensi.

Baca Juga: Amerika Serikat (AS) Dibekukan Badai Musim Dingin, Suhu Anjlok hingga Minus 50°F

Aksi penutupan posisi jual (short covering) terhadap yen membuat mata uang Jepang tersebut menguat sekitar 3% dari level terendah Jumat lalu.

“Pengecekan suku bunga pada Jumat dan pernyataan yang lebih tegas selama akhir pekan semuanya berkontribusi,” kata Nick Twidale, kepala analis strategi pasar di ATFX Global, Sydney.

Keterlibatan The Fed juga membuat pelaku pasar semakin waspada. Eugene Epstein, kepala perdagangan dan produk terstruktur di Moneycorp, New Jersey, menilai potensi intervensi bisa menjadi aksi bersama AS–Jepang, yang dinilai memiliki peluang keberhasilan lebih besar.

Aksi jual dolar turut mendorong penguatan pound sterling, dolar Australia, dan dolar Selandia Baru ke level tertinggi dalam empat bulan.

Pound naik sekitar 0,3% ke US$1,3680, sementara dolar Australia menguat 0,5% ke US$0,6938, dan dolar Selandia Baru juga naik 0,5% ke US$0,5977.

“Dolar sebenarnya sudah rapuh, namun penguatan yen menjadi pemicu utama pasar untuk menjual dolar secara luas,” kata Marc Chandler, kepala analis strategi pasar di Bannockburn Capital Markets, New York.

Baca Juga: Ringgit Tembus RM4/USD: Terkuat Sejak 2018, Ada Apa di Baliknya?

“Ada banyak hal yang terjadi di AS saat ini, seperti protes terkait penembakan terbaru di Minnesota. Selain itu, Trump juga berpotensi mengumumkan pengganti Jay Powell pekan ini. Pasar menjadi gelisah terhadap keduanya,” ujarnya.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis mengatakan akan segera mengumumkan pilihannya untuk ketua Federal Reserve berikutnya, menggantikan Jerome Powell.

Pada akhir pekan, Trump juga menyatakan akan mengenakan tarif 100% terhadap Kanada jika negara tersebut melanjutkan kesepakatan dagang dengan China.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan negaranya tetap menghormati komitmen dalam perjanjian dagang AS–Meksiko–Kanada (USMCA) untuk tidak menjalin perjanjian perdagangan bebas dengan negara non-pasar.

The Fed dijadwalkan menetapkan suku bunga pada Rabu, dengan pasar memperkirakan suku bunga akan tetap, meski pelaku pasar memperkirakan sinyal pelonggaran lanjutan, dengan total pemangkasan sekitar 50 basis poin yang telah diperhitungkan sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Khamenei Sembunyi di Bunker: Iran Siaga Penuh Hadapi AS?

Bank of Canada dan bank sentral Swedia, Riksbank, juga diperkirakan mempertahankan suku bunga, sementara Singapura diproyeksikan tidak mengubah kebijakan moneternya pekan ini.

“Premi risiko dolar AS terus meningkat seiring investor mulai ragu terhadap arah kebijakan AS,” kata Jason Wong, analis strategi pasar senior di BNZ, Wellington.

Selanjutnya: Tak Berkutik, Pajak Bisa Blokir Layanan Publik

Menarik Dibaca: Makan Berdua Jadi Super Hemat, Cek Promo Gokana & Ramen Ya! Sekarang