Yen Melemah, Honda Kerek Proyeksi Laba Operasional Tahunan



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Honda Motor menaikkan proyeksi kinerja untuk setahun penuh dan membukukan kenaikan laba di kuartal pertama dalam enam kuartal. Hal tersebut didorong oleh pelemahan yen dan tidak ada biaya terkait tarif dalam dolar AS yang membebani pendapatan di tahun sebelumnya.

Rabu (5/8/2026), Honda, produsen mobil terbesar kedua di Jepang, menaikkan perkiraan laba operasional setahun penuh sebesar 30% menjadi 650 miliar yen atau setara US$ 4,1 miliar. Sebelumnya, Honda menargetkan laba operasional sebesar 500 miliar yen, mengutip asumsi nilai tukar yang direvisi.

Di kesempatan yang sama, Honda juga menaikkan perkiraan laba bersih dan pendapatannya.


Asal tahu saja, laba operasional Honda naik lebih dari dua kali lipat menjadi 530,8 miliar yen pada kuartal pertama yang berada di periode April hingga Juni 2026. Realisasi ini lebih tinggi dari kuartal pertama tahun lalu yang hanya 244,2 miliar yen dan jauh di atas perkiraan median 302,1 miliar yen dalam jajak pendapat LSEG yang dilakukan oleh sembilan analis.

Honda memperkirakan, yen akan diperdagangkan pada nilai rata-rata 155 per dolar AS pada tahun fiskal ini, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 145.

Baca Juga: Kilang India Borong Minyak Timur Tengah dan Afrika Barat

Hasil ini muncul setelah produsen mobil yang sedang kesulitan itu membukukan kerugian tahunan pertamanya dalam hampir 70 tahun pada bulan Mei, akibat tertekan biaya lebih dari US$ 9 miliar untuk merestrukturisasi bisnis kendaraan listriknya.

Honda mengatakan, pihaknya tidak membebankan biaya apa pun terkait restrukturisasi pada kuartal pertama, menambahkan bahwa negosiasi dengan pemasok yang terkena dampak perombakan, banyak di antaranya di Amerika Utara, masih berlangsung.

Honda memperkirakan menghadapi biaya restrukturisasi tambahan sebesar 520 miliar yen pada tahun bisnis ini, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 500 miliar yen.

CEO Honda Toshihiro Mibe meminta maaf atas kinerja Honda pada rapat pemegang saham tahunan perusahaan pada bulan Juni, namun mendapat dukungan atas pengangkatannya kembali ke dewan direksi.

Perusahaan telah melaporkan bahwa penjualan otomotif global turun 4% menjadi 838.000 mobil pada kuartal pertama.

Baca Juga: Indeks KOSPI Ditutup Melonjak 3,8% ke Level Tertinggi dalam 1 Minggu

Penjualan di seluruh dunia terseret oleh penurunan hampir 50% di China dan penurunan di negara lain di Asia karena semakin banyak konsumen yang memilih kendaraan listrik karena harga bahan bakar yang tinggi, sehingga mengimbangi kenaikan di AS dan Jepang. Amerika menyumbang sekitar setengah dari penjualan kendaraan Honda pada kuartal tersebut.

CFO Honda Masao Kawaguchi mengatakan kepada wartawan bahwa kenaikan harga bahan bakar di Amerika Utara meningkatkan permintaan terhadap mobil hibrida yang hemat bahan bakar dan model bertenaga bensin.