KONTAN.CO.ID - Nilai tukar yen Jepang bergerak stabil pada awal perdagangan Asia, Senin (4/5/2026), setelah sempat mengalami fluktuasi tajam dalam beberapa sesi terakhir menyusul dugaan intervensi otoritas Jepang di pasar valuta asing. Melansir
Reuters, Yen tercatat menguat tipis 0,1% ke level 156,885 per dolar AS. Dalam sebulan terakhir, mata uang Jepang ini telah menguat sekitar 1,4%, yang sebagian besar didorong oleh lonjakan pada pekan lalu saat pasar mencurigai adanya aksi intervensi pemerintah.
Baca Juga: Samsung Tunjuk Bos Baru Divisi TV di Tengah Gempuran Produsen China Meski pejabat Tokyo belum mengonfirmasi langkah tersebut, sejumlah sumber menyebut otoritas Jepang memang melakukan pembelian yen untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir. Analis mempertanyakan efektivitas intervensi sepihak tersebut, yang menjadi upaya ketiga dalam empat tahun terakhir untuk menopang nilai tukar yen. Kepala riset valas ANZ Bank di Sydney, Mahjabeen Zaman, mengatakan perhatian pasar kini tertuju pada kemungkinan intervensi lanjutan, terutama di tengah libur panjang Golden Week di Jepang yang membuat likuiditas pasar menjadi lebih tipis. “Selain itu, pasar juga mencermati apakah Amerika Serikat akan turut mendukung upaya Jepang dalam menstabilkan yen. Jika pelemahan berlanjut, peluang intervensi bilateral bisa meningkat,” ujarnya.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Terkoreksi Senin (4/5) Pagi, Tapi Tetap Bertahan di Atas US$ 100 Pelaku pasar juga bersikap hati-hati setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS akan membantu membebaskan kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz sebagai langkah kemanusiaan di tengah konflik dengan Iran. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, tercatat relatif stabil di level 98,144. Sementara itu, dolar Australia naik 0,1% ke US$ 0,7211, dan dolar Selandia Baru menguat 0,2% ke US$ 0,5905. Bank sentral Australia dijadwalkan mengumumkan kebijakan moneternya pada Selasa (5/5), dengan mayoritas analis memperkirakan kenaikan suku bunga menjadi 4,35%.
Tekanan inflasi di negara tersebut meningkat seiring lonjakan biaya bahan bakar dan bahan baku akibat konflik di Timur Tengah.
Baca Juga: Harga Emas Turun Imbas Kekhawatiran Inflasi, Pasar Cermati Perundingan AS-Iran Di Eropa, euro menguat 0,1% ke level US$ 1,1730, sementara poundsterling juga naik 0,1% ke US$ 1,3586. Di pasar kripto, Bitcoin melemah tipis 0,1% ke level US$ 78.824,22, sedangkan Ethereum naik 0,1% ke US$ 2.331,95.