Yen tertekan data ekonomi negatif Jepang



JAKARTA. Rilis data ekonomi Jepang membawa tekanan bagi pergerakan yen. Mengutip Bloomberg, Selasa (27/12) pukul 17.20 WIB, pasangan EUR/JPY menguat 0,12% ke level 122,59 dibanding sehari sebelumnya. Sementara pasangan USD/JPY menguat 0,17% ke level 117,30 dibanding sehari sebelumnya.

Suluh Adil Wicaksono, Analis PT Cerdas Indonesia Berjangka mengatakan, data ekonomi Jepang yang dirilis negatif membebani laju JPY. Data belanja rumah tangga Jepang bulan November dirilis minus 1,5% atau memburuk dari bulan sebelumnya minus 0,4%. Data tersebut juga di bawah proyeksi analis yang sebesar 0,2%.

Sementara inflasi inti Tokyo bulan Desember berada di angka minus 0,6% dibanding bulan lalu serta proyeksi di level minus 0,4%. "Meski pengaruhnya tidak besar, data tersebut yang menggeraknya yen di depan euro," ujarnya.


Selanjutnya, tingkat pengangguran Jepang meningkat ke level 3,1% dari sebelumnya 3% dan pembangunan perumahan turun ke level 6,7% dari sebelumnya 13,7%.

Sementara pergerakan EUR minim sentimen dari Eropa mengingat belum adanya rilis data ekonomi setelah libur hari raya Natal. Meski demikian, Suluh memperkirakan EUR masih akan kembali mengungguli yen pada pergerakan Rabu (28/12). 

Adapun the Greenback menurut analis PT Garuda Berjangka, Sri Wahyudi, permintaannya yang meningkat menjelang akhir tahun membuat mata uang uak Sam ini cenderung bertenaga. Tak heran jika USD mampu mengungguli JPY di tengah minimnya sentimen dari Amerika Serikat (AS). Apalagi, tren pergerakan USD masih positif dengan rencana kenaikan suku bunga The Fed tahun depan.

Selanjutnya, pergerakan USD menanti data penting dari AS yang dirilis malam ini yakni CB Consumer Confidence atau tingkat keyakinan konsumen bulan Desember. Adapun proyeksinya naik ke level 108,9 dari sebelumnya 107,1. Di sisi lain, JPY minim sentimen hingga akhir pekan. Jepang akan merilis data penjualan ritel bulan November pada Rabu (18/12). Namun data tersebut bukan tergolong data penting sehingga tidak akan memberi dampak pada laju yen. Wahyudi memperkirakan pasangan USD/JPY akan kembali menguat pada perdagangan besok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini