KONTAN.CO.ID - TOKYO. Tekanan terhadap yen Jepang belum menunjukkan tanda mereda. Bahkan, risiko pelemahan lanjutan kian terbuka jika pasar melihat Bank of Japan (BOJ) terlalu lambat dalam merespons ancaman inflasi. Kondisi ini menegaskan bahwa arah kebijakan moneter Jepang masih tertinggal dibandingkan Amerika Serikat (AS), terutama di tengah ekspektasi langkah agresif dari Federal Reserve. Presiden Asian Development Bank (ADB), Masato Kanda menyampaikan, perbedaan suku bunga menjadi faktor utama yang menahan penguatan yen. Saat investor global terus memburu dolar AS sebagai aset aman, yen justru gagal bangkit signifikan bahkan ketika tekanan pasar mereda. “Selama pasar fokus pada langkah The Fed, yen akan tertinggal jika BOJ dianggap lambat mengejar kurva inflasi,” ujar Kanda seperti yan dikutip Reuters (19/4). Pernyataan ini mencerminkan keraguan pelaku pasar terhadap komitmen Jepang dalam menormalisasi kebijakan moneternya.
Yen Tertekan, Kebijakan Jepang Dinilai Tertinggal dari AS
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Tekanan terhadap yen Jepang belum menunjukkan tanda mereda. Bahkan, risiko pelemahan lanjutan kian terbuka jika pasar melihat Bank of Japan (BOJ) terlalu lambat dalam merespons ancaman inflasi. Kondisi ini menegaskan bahwa arah kebijakan moneter Jepang masih tertinggal dibandingkan Amerika Serikat (AS), terutama di tengah ekspektasi langkah agresif dari Federal Reserve. Presiden Asian Development Bank (ADB), Masato Kanda menyampaikan, perbedaan suku bunga menjadi faktor utama yang menahan penguatan yen. Saat investor global terus memburu dolar AS sebagai aset aman, yen justru gagal bangkit signifikan bahkan ketika tekanan pasar mereda. “Selama pasar fokus pada langkah The Fed, yen akan tertinggal jika BOJ dianggap lambat mengejar kurva inflasi,” ujar Kanda seperti yan dikutip Reuters (19/4). Pernyataan ini mencerminkan keraguan pelaku pasar terhadap komitmen Jepang dalam menormalisasi kebijakan moneternya.
TAG: