Yield Dividen 10%, Investor Bisa Kantongi Dividen Rp16.600 Dari Saham Ini
Jumat, 19 Juni 2026 06:48 WIB
Oleh: Diki Mardiansyah | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. KONTAN.CO.ID - JAKARTA.Satu lagi emiten saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang siap memberikan dividen bernilai besar. Yield dividen saham ini mencapai 10%. PT Blue Bird Tbk (BIRD) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp166 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (18/6/2026). Dengan demikian, investor bisa mengantongi dividen Rp 16.600 dari setiap lot saham BIRD.
Harga saham BIRD pada perdagangan Kamis kemarin ditutup di Rp1.660 naik 60 poin atau 3,75% secara harian. Dengan harga tersebut, yield dividen saham perusahaan transportasi ini mencapai 10%. Ini menjadikan dividen saham BIRD termasuk yang besar di BEI. Yield dividen saham BIRD juga setara hampir 3x bunga deposito rupiah di bank umum yanghanya 3%-an. Baca Juga: Pertahankan Indonesia Di Emerging Market 2026, MSCI Juga Beri Nilai Positif Ini Besaran dividen tersebut setara dengan 65,3% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada tahun buku 2025. Kebijakan ini mencerminkan komitmen perseroan untuk memberikan imbal hasil kepada pemegang saham sekaligus menjaga ruang ekspansi bisnis. Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 30 Juni 2026. Adapun pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 10 Juli 2026. Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono, mengatakan pembagian dividen dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan investasi dan penguatan struktur permodalan perusahaan. "Fokus pada inovasi, pemanfaatan teknologi, serta perluasan kapasitas operasional terus menjadi pendorong pertumbuhan Perseroan dan memperkuat fondasi bisnis untuk jangka panjang," ujar Adrianto dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (18/6/2026). Tonton: Korupsi Program Makan Bergizi Gratis Terbongkar! Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Laba dan Pendapatan Blue Bird Tumbuh pada 2025 Sepanjang tahun buku 2025, Blue Bird membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp643 miliar atau meningkat 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi pendapatan, perseroan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun, naik 13% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut mencerminkan peningkatan permintaan layanan transportasi serta efektivitas strategi operasional yang dijalankan perusahaan. Sisa laba bersih tahun buku 2025 yang tidak dibagikan sebagai dividen akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha. Baca Juga: Cum Date Tiba, Saham Bir Bintang Hari Ini (18/6) Mengandung Dividen Rp 37.100/Lot Manajemen Optimistis terhadap Prospek Bisnis Komisaris Utama Blue Bird, Bayu Djokosoetono, menilai perseroan berhasil menjaga kinerja yang sehat sekaligus mempertahankan disiplin dalam menjalankan strategi bisnis jangka panjang.
Menurutnya, konsistensi tersebut menjadi fondasi penting bagi Blue Bird untuk terus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham, pelanggan, serta seluruh pemangku kepentingan. Ke depan, Blue Bird akan terus memperkuat layanan inti, memperluas bisnis di segmen non-taksi, meningkatkan kontribusi kanal digital, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan efisiensi operasional. Strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing perseroan sekaligus mendukung pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan di tengah dinamika industri transportasi.
Survei Kompas Ungkap Ekonomi Makin Sulit, Mayoritas Warga Khawatir Masa Depan