Yield JGB Jepang Turun Jelang Lelang Obligasi 30 Tahun Senilai ¥600 Miliar



KONTAN.CO.ID - Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang atau Japanese Government Bonds (JGB) turun pada perdagangan Kamis (8/10/2026).

Imbal hasil JGB tenor 30 tahun kembali menjauh dari rekor tertinggi yang dicapai awal pekan, sementara investor mencermati arah pengetatan kebijakan Bank of Japan (BOJ) menjelang lelang surat utang tenor 30 tahun.

Melansir Reuters, imbal hasil JGB tenor 10 tahun turun 2,5 basis poin (bps) menjadi 3,080%, sedangkan imbal hasil tenor 30 tahun turun 4 bps menjadi 4,170%. Imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah dengan harga.


Baca Juga: KOSPI Korea Selatan Turun 0,87% Kamis (8/10), Saham Chip Tertekan Harga Minyak

Kementerian Keuangan Jepang akan melelang surat utang tenor 30 tahun senilai sekitar ¥600 miliar atau US$3,8 miliar pada Kamis.

Sebelumnya, imbal hasil JGB 30 tahun mencapai rekor 4,25% pada Senin (5/10). Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran terhadap memburuknya kondisi fiskal Jepang serta dampak penularan dari aksi jual surat utang Prancis.

Analis Barclays menilai kekhawatiran fiskal masih menjadi beban bagi pasar obligasi Jepang.

Namun, dengan tingkat imbal hasil yang sudah tinggi dan berada di sekitar nilai wajarnya berdasarkan pergerakan jangka panjang serta kondisi pasokan dan permintaan, lelang diperkirakan berlangsung tanpa gejolak berarti.

Imbal hasil JGB tenor dua tahun yang paling sensitif terhadap kebijakan suku bunga BOJ turun 1,5 bps menjadi 1,93%.

Imbal hasil tenor lima tahun turun 2 bps menjadi 2,390%, sedangkan tenor 20 tahun turun 3,5 bps menjadi 3,945%.

Baca Juga: Bursa Australia Melemah Kamis (8/10), Saham Tambang Anjlok Dipimpin Fortescue

Pergerakan JGB juga mengikuti penurunan imbal hasil obligasi global. Imbal hasil US Treasury turun dari level tertinggi dalam beberapa dekade setelah lelang obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun mendapat permintaan kuat dan penurunan harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi.

Di sisi lain, pelaku pasar masih berhati-hati mencermati arah pengetatan kebijakan BOJ. Ekspektasi kenaikan suku bunga berikutnya mulai bergeser ke Desember.

BOJ diperkirakan dapat mempertahankan suku bunga pada Oktober, tetapi berpotensi memberikan sinyal hawkish yang semakin memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada Desember.

Pada Kamis, bank sentral Jepang juga akan menggelar pertemuan dengan para kepala cabang regional serta merilis laporan penilaian ekonomi regional kuartalan.